SURABAYA, Rilpolitik.com – Sejumlah partai politik (parpol) telah merekomendasikan Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur 2024. Saat ini, sudah ada 4 parpol yang memberikan rekomendasi kepada Khofifah sebagai Cagub, yakni Gerindra, PAN, Golkar, dan Demokrat.
Terbaru, Khofifah bahkan mengklaim masih akan ada 3 parpol lain yang akan merekom dirinya sebagai Cagub Jatim 2024.
Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai banyaknya parpol yang merapat ke Khofifah sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, Khofifah merupakan calon petahana yang berpotensi kuat memenangkan kembali kontestasi Pilgub Jawa Timur.
“Wajar ya kalau semua (parpol) pada merapat ke Bu Khofifah karena posisi Khofifah sebagai incumbent itu kuat. Potensi (Khofifah) untuk menang lebih tinggi sehingga itu yang membuat magnet kenapa partai-partai itu pada merapat,” kata Surokim saat dihubungi rilpolitik.com melalui sambungan telepon pada Kamis (2/5/2024).
Namun, kata Surokim, koalisi yang gemuk itu membuat Khofifah tidak mudah memilih Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pendampingnya. Apalagi, jika semua partai pengusung mengajukan kadernya sendiri sebagai Cawagub.
“Koalisi gemuk sebagaimana yang sering saya sampaikan, juga menyimpan potensi untuk tidak gampang dalam menentukan cawagubnya. Karena kan harus dikompromikan dengan kepentingan-kepentingan terkait pengusung yang banyak tadi itu,” tutur dia.
“Sementara Bu Khofifah sendiri kan pasti mendengarkan pendapat partai-partai pengusung dan partai-partai pengusung pasti ingin menyodorkan kadernya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Surokim mengatakan, posisi cawagub di Jawa Timur pada kontestasi tahun ini sangat strategis. Sebab, jika menang, maka berpotensi menjadi Cagub pada Pilkada 2029.
“Artinya, tidak hanya terkait dengan kontestasi Pilgub tahun ini, tapi juga ada kaitannya dengan Pilgub masa depan. Jadi itu strategis bagi partai politik untuk memperebutkan posisi cawagub pada Pilkada kali ini,” terangnya.
“Menjadi cawagubnya Bu Khofifah itu menjanjikan untuk kontestasi ke depannya,” lanjut Wakil Rektor UTM itu.
Sebagai informasi, jika tidak ada perubahan jadwal, Pilkada Jawa Timur akan digelar pada November 2024.
(Ah/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







