NasionalPolitik

Prabowo: Pakar dari Saking Pintarnya Jadi Goblok

×

Prabowo: Pakar dari Saking Pintarnya Jadi Goblok

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan makiannya terhadap para pengkritik pemerintah dengan sebutan ‘goblok’.

Makian itu disampaikan saat Prabowo memberikan sambutan dalam acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, pada Jumat (18/9/2026).

Prabowo mulanya menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sejahtera. Dia mengatakan dirinya telah disumpah siap mati untuk Indonesia sejak masih berusia 18 tahun.

“Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera. Tidak ada orang lapar di Indonesia. Biar tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit,” kata Prabowo, dikutip dari Youtube PAN TV, Sabtu (19/9/2026).

Prabowo mengatakan dirinya tidak ingin melihat ada anak-anak Indonesia yang kelaparan dan kekurangan gizi, sehingga tidak dapat bersaing dengan bangsa lain.

“Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan. Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting, yang tidak dapat gizi. Sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin lihat itu,” ujarnya.

Prabowo lalu secara blak-blakan menyatakan tidak peduli dengan kritik para pakar dalam menjalankan tekadnya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Ia pun mengumpat para pakar dengan sebutan ‘goblok’.

“Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya. Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya, saking pinternya jadi goblok,” ucap Prabowo.

Teriakan ‘Prabowo’ pun menggema dari para kader PAN dan undangan yang hadir, menyusul pernyataan tersebut. Teriakan itu sempat membuat Prabowo menghentikan sejenak pidatonya.

“Ini masalahnya kalau bicara di tengah kawan-kawan sejati. Nanti yang diulang-ulang tadi itu (ucapan goblok),” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian mengutip surat Al Baqarah terkait fitnah. Ia menyebut ada beberapa pakar yang justru suka menebarkan fitnah.

Baca juga:  Posting Antrean BBM, Ferry Koto Senggol Fahri Hamzah: Sampaikan ke Prabowo, Keluarlah dari Ilusi!

“Tapi benar, PAN kan juga ada basis agamis ya. Kalau tidak salah ada hadist ya, yang bunyinya ‘fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan’. Ada ya? Ada? Surat Al Baqatah ayat 191. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” tuturnya.

“Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah, saudara-saudara,” imbunya.

Meski begitu, ia mengatakan dirinya tidak peduli dengan fitnah-fitnah tersebut. Ia berpesan agar para pakar menggunakan kepintarannya secara jujur.

“Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat, saya pun mencatat saja. Kalau dia sadar, saya maafkan. Tapi saya ingatkan, kalau anda punya kepintaran, kalau anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual. Intelectual honesty. Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *