JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri HAM (Menham) Natalius Pigai tiba-tiba menuding Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zainal Arifin Mochtar atau Uceng takut untuk berdebat secara ilmiah tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Pigai pun menganggap tantangan debat soal HAM dari Uceng sudah selesai dan tak perlu dilaksanakan.
Hal itu disampaikan Pigai setelah ada pernyataan dari Uceng dalam sebuah video yang diunggah di Instagram bahwa Uceng tidak ingin debat HAM nantinya hanya berkutat di tataran teoritis. Uceng ingin Pigai mempertanggung jawabkan kinerjanya selaku Menteri HAM atas penegakan HAM yang dalam catatan Uceng dinilai sangat buruk dalam dua tahun terakhir.
Pigai merasa soal kinerja dirinya sebagai Menham itu menjadi ranah DPR dan Presiden untuk menilainya. Pigai mengatakan dirinya telah menyampaikan ke DPR dan publik terkait catatan HAM di Indonesia.
“Sebagaimana saya tulis di Cuitan sebelumnya bahwa Saya ingin debat ilmiah, karena Profesor itu bicara ilmu dan pengetahuan holistik tentang HAM bukan pembahasan pelaksanaan Tupoksi. Kalau penilaian Tupoksi itu urusan DPR dan Pimpinan,” kata Pigai lewat akun X resminya, dikutip rilpolitik.com, Sabtu (28/2/2026).
“Lagipula Catatan HAM di Indonesia selalu saya sampaikan kepada DPR dan Publikasi luas melalui media hampir tiap saat, bukan kepada individu,” imbuhnya.
Pigai menilai keinginan Uceng mengarahkan debat ke persoalan tupoksi dirinya sebagai Menham merupakan bentuk ketakutan untuk berdebat secara ilmiah.
“Pak Uceng sudah diberitahu Kompas TV bahwa Pigai sudah setuju jam 11.16 Pagi 27 Pebruari 2026 (semua bukti surat2 elektronik saya simpan), tetapi kenapa bideo ini muncul? Semoga bukan karena Pak Ucheng takut atau ragu-ragu kalau debat ilmu pengetahuan tentang HAM lalu mau lari ke soal Tupoksi HAM di Indonesia,” ujarnya.
Pigai juga menegaskan dirinya sebagai sosok yang memiliki integritas. Ia lalu menyinggung kapasitas Uceng dan menyatakan bahwa tantangan debat sudah selesai.
“Sampai di sini saya sudah paham Pak Ucheng sejauh mana kapasitasnya. Saya putuskan! Case Close 🇮🇩,” tulisnya.
Dalam kicauan selanjutnya, Pigai kembali menegaskan bahwa Uceng takut untuk berdebat secara ilmiah tentang HAM.
“Professor takut debat ilmiah. Ilmu Pengetahuan tentang HAM. (Video ini sy ambil dari Instagram terbaru beliau setelah jam 11.16 kemarin Kompas TV dan Saya setuju Debat secara live di tanggal 5 Maret 2026.Setelah beliau diberitahu KompasTV bahwa Pigai setuju & siap debat, eh tiba2 video ini muncul. Beliau tidak mau debat ilmiah (ilmu pengetahuan),” ujarnya.
Dia pun menyarankan Uceng untuk tidak pernah menantang orang yang hidup di dunia HAM untuk berdebat soal HAM.
“Sampai di sini kadar kualitas seorang Profesor. Jangan pernah nantang orang yang hidup di dunia HAM. Selesai!” tegasnya.
Sebelumnya, Zainal Arifin Mochtar menantang Natalius Pigai untuk berdebat soal HAM. Tantangan ini diterima oleh Pigai dan mendapat sambutan positif dari sejumlah stasiun televisi nasional untuk menayangkannya.
(Ah/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







