JAKARTA, Rilpolitik.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Garuda Asta Cita Nusantara (DPP GAN), Erlambang Trisakti mengungkapkan pihaknya sempat menolak Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Alasannya, rekam jejak Gibran dinilai kurang mumpuni untuk memimpin negara sebesar Indonesia.
Pernyataan itu diungkap Erlambang dalam acara Rakyat Bersuara yang tayang di InewsTV beberapa waktu lalu.
Erlambang awalnya menanggapi adanya isu yang menyebut bahwa justru Prabowo yang pertama kali mengajak Gibran untuk menjadi cawapres pada 2024. Erlambang mengaku tidak pernah tahu fakta sebenarnya terkait siapa yang mengajak terlebih dahulu. Namun, ia meyakini Prabowo memiliki kalkulasi politik tersendiri atas pilihannya itu.
“Yang mengajak Gibran itu katanya Prabowo. Itu selalu diungkapkan dan bahkan sudah ada juga yang mengatakan itu adalah orang dekatnya sendiri. Kebenarannya kita tidak pernah tahu. Tapi tentu dalam hal ini Prabowo punya hitung-hitungan politik tersendiri. Dalam arti kata, sebagai mantan Pangkostrad tentu punya strategi,” kata Erlambang dikutip dari kanal Youtube Official iNews pada Jumat (26/9/2025).
Erlambang kemudian mengungkapkan bahwa para relawan sebenarnya sempat menolak Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo, dengan alasan belum cukup pengalaman.
“Makanya kami ini, waktu itu relawan sempat menolak Gibran. Ya, relawan sebetulnya menolak. Karena merasa belum saatnya negara yang sebesar ini dipimpin oleh, maap, yang belum berpengalaman. Itu pendapat kita waktu itu,” tuturnya.
Namun, lanjut dia, relawan pada akhirnya menerima pilihan tersebut, karena tujuan awalnya adalah menjadikan Prabowo sebagai presiden.
“Kenapa kami berubah (menjadi mendukung)? Apapun, karena tujuan kita adalah menjadikan Prabowo presiden dan itu keputusan kita terima,” ucapnya.
Meski begitu, Erlambang mengatakan hingga saat ini pihaknya enggan menyebut nama Gibran disandingkan dengan nama Prabowo. Ia menyinggung pagelaran Apel Kebangsaan yang digelar DPP GAN di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur beberapa waktu lalu, yang sama sekali tidak menyebut nama Gibran.
“Iya. Kemarin pun makanya kita ada Apel Kebangsaan ya, (temanya) ‘Membangun Bangsa dan Negara Bersama Prabowo di atas Kebenaran’. Itu jelas,” ujarnya.
Dia enggan menjelaskan secara detail alasan relawan Prabowo ogah menyebut nama Gibran. Ia hanya mengatakan bahwa keengganan itu didasarkan atas pemikiran akal sehat.
“Begini ya, kami semua punya prinsip. Saya ini pernah di partai untuk menjadi ketua dari tingkat kelurahan, kecamatan, wali kota sampai DPP, itu melalui proses. Bagaimana kita memimpin suatu organisasi tanpa pengalaman,” kata dia.
“Jadi kita pakai akal sehat ajalah. Jadi temen-temen ini mengedepankan akal sehat. Alasannya saya rasa nggak perlu dijelaskan semua paham kok, kita semua paham. Tapi itulah politik,” tukasnya.
Sekadar informasi, Garuda Asta Cita Nusantara (GAN) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang resmi berdiri di Jakarta dengan misi mendukung dan mengawal pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
(Ah/rilpolitik)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)






