NasionalPolitik

Mahfud MD Sebut Rahayu Saraswati Jadi Korban Badai Politik yang Menerjang DPR

×

Mahfud MD Sebut Rahayu Saraswati Jadi Korban Badai Politik yang Menerjang DPR

Sebarkan artikel ini
Rahayu Saraswati.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Menkopolhukam RI, Mahfud MD menanggapi penguduran diri Rahayu Saraswati dari anggota DPR RI. Mahfud menyebut Saraswati sebagai korban badai politik yang menerjang lembaga legislatif.

Mahfud sendiri menilai politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto itu sebagai sosok yang berkualitas dan profesional.

“Sebenarnya Saraswati itu berkualitas dan peofesional sebagai anggota DPR. Saya pernah bertemu dengannya di Malang. Saras cerdas, tahu tupoksi, dan correct. Tetapi karena terjadi badai politik yang menerjang DPR maka Saraswati ikut menjadi korban,” kata Mahfud MD lewat akun X resminya pada Jumat (12/9/2025).

Sebagai informasi, Saraswati mengundurkan diri dari anggota DPR gara-gara pernyataannya soal lapangan pekerjaan yang memicu kontroversi. Ia diviralkan menyebut anak muda jangan bergantung terhadap pemerintah tetapi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Mahfud mengatakan, pernyataan tersebut sebenarnya sudah lama, tetapi diviralkan kembali oleh netizen dan memicu kontroversi.

“Statement Saras yang sudah agak lama jadi pemicu. Dia bilang seharusnya generasi muda menunggu lapangan kerja dari Pemerintah tetapi harus kreatif menciptakan lapangan kerja sendiri. Itu dianggap keliru oleh netizen. Modalnya dari mana? kata netizen,” tutupnya.

Diketahui, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengundurkan diri dari anggota DPR RI. Keputusan tersebut diumumkan melalui akun Instagramnya pada Rabu (10/11/2025).

Keputusan untuk mundur ini dipilih setelah pernyataannya terkait dorongan agar anak muda mencari peluang membangun bisnis, ketimbang terus-terusan bergantung pada lapangan kerja dari pemerintah viral dan memicu kontroversi.

Saraswati mengakui potongan ucapan tersebut melukai banyak pihak, terutama bagi anak muda yang tengah berjuang merintis usaha. Ia meminta maaf atas kesalahannya tersebut dan memilih mundur.

“Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif,” ujarnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *