SUMENEP, Rilpolitik.com – LBH Taretan Legal Justika kembali melakukan pemasangan spanduk di depan Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharja, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada Selasa (29/4/2025).
Kali ini, sebanyak tiga spanduk dibentangkan di depan Mapolres Sumenep. Spanduk-spanduk itu berisi pesan agar Polres Sumenep membersihkan diri dari penjahat. Pun meminta polisi untuk tidak terlalu banyak drama.
“Hentikan drama polisi! Waktunya tangan besi, sapu bersih sampah hukum,” demikian bunyi spanduk tersebut.
“Bersihkan hukum, saatnya seadilan nyata, tak ada kompromi bagi penjahat,” tulisnya.
Selain itu, satu spanduk lainnya berisi kutipan dari Bapak Republik Indonesia Tan Malaka terkait idealisme dan keadilan.
“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda”
“Keadilan tidak datang dari belas kasihan, ia harus direbut”.
LBH Taretan Legal Justika menyebut pemasangan spanduk ini sebagai seruan moral sekaligus peringatan keras atas praktik ketidakadilan hukum.
“Langkah ini adalah bentuk peringatan keras dari rakyat yang muak terhadap praktik hukum yang tidak adil, lamban, dan penuh drama,” demikian bunyi rilis LBH Taretan Legal Justika, Selasa.
Mereka mengklaim bahwa pesan yang disampaikan dalam spanduk ini mewakili suara hati nurani masyarakat Sumenep terkait penegakan hukum.
“Ini bukan sekadar simbol, tapi suara hati nurani rakyat yang menuntut pembersihan institusi hukum dari segala bentuk penyimpangan dan pelindungan terhadap pelaku kejahatan,” katanya.
Mereka berharap agar masyarakat tidak menjadi korban dari sistem penegakan hukum yang busuk.
“Kami tidak datang membawa kebencian, tapi membawa harapan: bahwa hukum ditegakkan, keadilan ditegakkan, dan rakyat tidak lagi dikorbankan oleh sistem yang busuk,” pungkasnya.
Sebelumnya, LBH Taretan Legal Justika juga membentangkan spanduk berukuran 16 meter di depan Mapolres Sumenep pada Rabu (23/4/2025).
Spanduk tersebut berisikan ucapan selamat bertugas kepada AKBP Rivanda sebagai Kapolres Sumenep yang baru menggantikan AKBP Henri Noveri Santoso.
Selain itu, pada spanduk tersebut terdapat tulisan yang menantang Kapolres Sumenep AKBP Rivanda berani menyikat habis para pejabat korup di Sumenep. Sebab, pejabat korup telah menyebabkan rakyat Kota Keris hidup dalam keterpurukan.
“Selamat bertugas, Bapak Kapolres Sumenep AKBP Rivanda. Sumenep terpuruk bukan karena takdir, tapi karena pejabat korup. Kami tunggu nyalimu melumat mereka!” tulis spanduk tersebut.
(Ah/rilpolitik)
















