SUMENEP, Rilpolitik.com – Rencana kunjungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Inspektorat ke Pulau Kangean, Sumenep, ternyata membuat beberapa pihak panik.
Diketahui, kunjungan Kementerian PKP dan Inspektorat ini dalam rangka melakukan monitoring atas hasil pembangunan dari program BSPS di Pulau Kangean yang diduga sarat penyelewengan. Kunjungan diagendakan hari ini, Sabtu (26/4/2025).
Sumber rilpolitik.com mengungkap ada upaya pengkondisian lapangan oleh sejumlah kepala desa (kades) dan pendamping BSPS serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi BSPS.
Sumber itu mengatakan, kades dan pihak terkait mendatangi rumah-rumah para penerima BSPS baik penerima tahun anggaran 2023 maupun 2024.
Mereka meminta bahkan mengancam para penerima BSPS untuk kabur dari rumahnya. Mereka tidak ingin ada warga yang menemui tim dari pemerintah pusat.
“Mereka semua didatangi, ada yang diancam disuruh kabur dari rumahnya, jangan dihadapi sekalian (tim kementerian),” ungkap sumber rilpolitik.com pada Sabtu (26/4/2025).
Sumber lain juga menyebut ada dugaan manipulasi dokumentasi melalui foto pura-pura. Seperti foto pura-pura terima uang bantuan dan penandatangan berkas antara pihak pemdes dengan penerima atau tukang bedah rumah BSPS.
Hal itu diduga dalam rangka persiapan menghadapi tim dari kementerian dan Inspektorat.
“Tadi malam kepala desa bersama aparat, tukang bedah rumah, ngumpul untuk tandatangan secara formalitas. Pura-pura tandatangan saja untuk diambil fotonya,” tuturnya.
“Kemudian, (ada) serah terima uang. Uang itu difoto, (seolah-olah) diberikan ke tukang atau peserta BSPS. Kemudian difoto dan diganti lagi ke orang lain dengan uang yang sama. Mungkin itu ide dari pendamping karena bersama pendamping,” tambahnya.
Tim Gabungan Garuda Sakti Bersatu (Gardasatu) Kangayan dan Arjasa mengecam keras upaya pengkondisian yang dilakukan oleh kades dan pihak-pihak terkait jelang kedatangan tim kementerian. Gardasatu menilai hal itu sebagai kejahatan.
“Pelaku pengkondisian di Lapangan ini benar-benar jahat dan tega. Masyarakat penerima malah ada yang di suruh lari dari rumah,” katanya.
(Ah/rilpolitik)
















