PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan merelokasi PKL di kawasan eks stasiun Kereta Api (KA), di Jl Trunojoyo, Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, ke sisi selatan dari Makam Gerre Manjeng, sampai dengan pertigaan menuju Desa Jalmak sejak Kamis (27/3/2025).
Ketua Gekraf Pamekasan Basri mengaku sering mendapatkan keluhan dari PKL. Mereka, katanya, mengeluh karena tempat relokasi dinilai tidak strategis.
Sebagai organisasi yang bergerak di ekonomi kreatif, Basri berharap agar pemerintah mempertimbangkan kembali berbagai aspek utamanya dari aspek kelayakan.
“Saya tidak ingin ikut campur soal penutupan PJKA, Namun sangat riskan ketika para PKL tapsiun dipindahkan ke lokasi yang tidak strategis,” kata ketua Gekraf Pamekasan Basri dalam rilisnya, Kamis (3/4/2025).
Sebagai alternatif bagi PKL yang direlokasi, ia berharap pemerintah dapat menghidupkan kembali taman B.WALK di Jalan Raya Bazar sebagai pusat kuliner atau tempat PKL Pamekasan sebagai penampungan sementara bagi PKL tapsiun.
“Kalau PKL tapsiun direlokasi ke taman B. WALK itu lebih baik tetapi perlu juga di saring agar bisa tertib, selain strategis lokasi tersebut sangat potensial untuk menghidupkan UMKM serta pusat kuliner,” terangnya.
Menurut Basri, taman B. WALK itu sudah lama tidak berfungsi, minimalnya pemindahan itu untuk menampung para PKL tapsiun, dan juga untuk menghidupkan kembali UMKM di teman tersebut.
“Taman B. WALK itu masih sangat layak, itu bisa dipakai untuk menampung rekan-rekan PKL ketimbang dipindah ke lokasi yang saat ini mereka tempati,” tandasnya.








![Massa aksi PPI memprotes masa cuti anggota DPRD Sumenep Nia Kurnia Fauzi karena diduga sudah setahun lebih. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000063067-350x220.jpg)







