JAKARTA, Rilpolitik.com – Sejumlah mahasiswa asal Pulau Kangean menggeruduk rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep di The Malioboro Hotel & Conference pada Sabtu (12/7/2025).
Sebagai informasi, pimpinan dan anggota Banggar DPRD Sumenep saat ini memang sedang menggelar rapat pembahasan APBD Perubahan tahun anggaran 2025 di The Malioboro Hotel & Conference Center. Rapat berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat sampai Minggu (11-13/7/2025).
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @keluargakangean.yk, terlihat sekitar 4 orang merangsek masuk ke dalam ruang rapat. Seseorang berbaju batik sempat berusaha menghadang mereka supaya tidak bisa masuk, namun gagal.
Mahasiswa menyuarakan penolakannya terhadap survei seismik dan aktivitas pertambangan di Pulau Kangean. Mereka membuka aksinya di ruang rapat itu dengan teriakan “Save Kangean”.
“Saya mahasiswa Kangean Yogyakarta ingin menuntut aktivitas seismik dan tambang di Pulau Kangean. Kami menolak sebagai masyarkaat Kangean. Tolak Tambang di Kangean,” teriak salah satu mahasiswa.
Salah seorang peserta rapat mempersilakan mahasiswa untuk duduk bareng, namun mahasiswa menolak dan memilih untuk melanjutkan aksinya.
Peserta rapat pun meminta mahasiwa untuk berorasi di luar jika tidak mau diajak duduk bareng. “Kalau mau orasi di luar aja. Saya juga sudah pernah jadi mahasiswa,” ujar salah satu anggota DPRD Sumenep itu.
Namun, mahasiswa dari Keluarga Kangean Yogyakarta itu ngotot menolak untuk berkompromi dan tetap melanjutkan orasinya. “Pulau Kangean bukan objek tambang. Persoalan tambang harus dihentikan,” ucapnya.
Upaya mediasi gagal, peserta rapat pun akhirnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan orasinya selama 30 menit.
Berdasarkan narasi yang ada di video, mahasiswa merasa aksi mereka tak dihiraukan oleh sebagian besar anggota DPRD Sumenep yang ada di ruangan itu.
Bahkan, para legislator itu disebut cenderung meremehkan dengan gestur tertawa dan berbagai tindakan lain yang menunjukkan ketidaksenangannya terhadap kehadiran mahasiswa.
Mahasiswa juga merasa kesempatan untuk menyampaikan aspirasi diberikan dengan nada arogan.
“Kangean bukan objek pertambangan. Perlu dipahami, Kangean bukan objek pertambangan,” tutup orasi mahasiswa.
Diketahui, rencana survei seismik di Pulau Kangean oleh PT Kangean Energy Indonesia (PT KEI) untuk kepentingan pengeboran migas selama ini mendapat penolakan dari masyarakat setempat, baik yang ada di dalam maupun di luar daerah.
Salah satu alasannya karena pertambangan migas dinilai berpotensi merusak laut yang menjadi ruang mata pencaharian masyarakat.
(Faw/rilpolitik)


![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-350x220.jpg)









![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-180x130.jpg)



