SUMENEP, Rilpolitik.com – Rilis survei hasil lembaga Survei Falih Media (SFM) terkait elektabilitas Cabup-Cawabup Sumenep 2024 yang diberitakan sebuah media online beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik.
Pasalnya, hasil survei yang memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 2, Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim (FAHAM) itu diduga menujukkan sejumlah keanehan yang menjurus pada kebohongan publik.
Dugaan keanehan tersebut dibongkar oleh salah satu relawan Paslon 1 KH Ali Fikri-Unais Ali Hisyam (FINAL), Sulaisi Abdurrazaq. Alumnus Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu menduga survei tersebut manipulatif dan tidak sesuai kaidah-kaidah statistik.
Keanehan pertama, akumulasi data yang tidak sampai 100 persen. Diketahui, berdasarkan hasil survei SFM yang diberitakan salah satu media online disebutkan elektabilitas FAHAM 58%, FINAL 35%, dan belum menentukan pilihan sebanyak 6%. Total angka tersebut jika dijumlahkan hanya 99% alias tidak sampai 100%. Sulaisi pun mempertanyakan data tersebut. Ia meminta agar data yang disajikan bisa dipertanggungjawabkan.
“Kamu harus mempertanggung jawabkan hasil risetmu. Dirimu tidak menjelaskan kenapa bisa survei menyampaikan di ruang publik dengan persentase tidak sampai 100 persen? Aneh, bagi saya aneh. Saya ini pasca sarjana, lulusan pasca sarjana ilmu politik Universitas Indonesia. Dan tesis saya tentang survei. Sruvei perilaku pemilih dan pilkada. Itu tesis saya. Jadi saya mengerti apa yang dimaksud dengan survei yang saudara beritakan itu,” kata Sulaisi dalam pernyataannya pada Minggu (17/11/2024).
“Survei yang saudara beritakan itu dugaan saya itu kebohongan publik. Kenapa ada persentase tidak sampai 100 persen? 1 persennya kemana?” sambungnya.
Keanehan kedua, survei itu tidak menjelaskan metodologi, berapa jumlah sampel, dan di mana survei itu dilakukan.
“Saudara riset di mana? Sampelnya berapa? Apa itu riset kecamatan apa riset kabupaten? Apa riset tingkat desa? Saudara tidak komprehensif menyebutkan itu,” tegas Sulaisi.
Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur itu pun mengingatkan lembaga survei untuk tidak menyebarkan kebohongan.
“Saya ingin sampaikan bahwa hai engkau yang katanya bernama Survei
Falih Media jangan tebar kebohongan. Saudara harus pertanggungjawabkan hasil riset saudara yang ternyata persentase yang saudara sampaikan tidak sampai 100 persen. Sehingga kami nilai bahwa itu adalah bentuk kebohongan publik yang sengaja digunakan untuk merusak imajinasi publik ya, mempermainkan nuansa kebatinan publik, mempermainkan akal sehat kita dengan segala cara,” ucapnya.
Diketahui, dalam pemberitaan salah satu media online beberapa waktu lalu menyebutkan hasil Lembaga Survei Falih Media menunjukkan paslon FAHAM unggul telak dari pesaingnya, FINAL pada Pilkada Sumenep 2024.
Berdasarkan data yang disajikan, elektabilitas FAHAM 58%, FINAL 35%, dan belum menentukan pilihan sebanyak 6%.
Namun, di situ tidak dijelaskan bagaimana data itu bisa diperoleh serta berapa jumlah sampel yang diambil.
Tak hanya itu, periode surveinya pun tidak disebutkan secara spesifik. Rilis tersebut hanya menyebutkan bahwa survei dilakukan pada akhir September 2024.
(Ah/rilpolitik)

![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-350x220.jpg)









![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-180x130.jpg)




