JAKARTA, Rilpolitik.com – Elite PDI Perjuangan Said Abdullah memberi sindiran menohok kepada Joko Widodo (Jokowi) yang berkomentar soal instruksi larangan kepala daerah dari PDIP mengikuti kegiatan retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Said dalam pernyataannya mengisyaratkan agar Jokowi tak lagi ikut campur urusan internal PDIP.
Terkait hal itu, Pengamat politik Fauzi As menyayangkan pernyataan Said. Ia menilai Said terkesan menyerang Jokowi dan sekaligus menunjukkan sikap tidak tahu diri.
Pasalnya, menurut Fauzi, Said Abdullah tumbuh menjadi politisi besar justru sejak Jokowi menjadi presiden.
“Saya menyayangkan Said yang terkesan nyerang Pak Jokowi, itu seperti pagar makan tanaman. Kenapa begitu? Karena Said Abdullah itu tumbuh besar di saat Jokowi menjabat presiden,” kata Fauzi dihubungi rilpolitik.com dari Jakarta pada Jumat (21/2/2025).
Hal itu, kata Fauzi, dapat dibuktikan dari perolehan suara Said Abdullah sebagai anggota DPR RI dari Dapil Madura sebelum Jokowi jadi presiden.
“Coba cek perolehan suara Said di Madura sebagai DPR RI sebelum Jokowi Presiden, dia selalu kursi terakhir,” tambah dia.
Sebab itu, Fauzi menyarankan Said Abdullah untuk jangan menjadi politisi yang tak tahu berterima kasih.
“Makanya saran saya jadi politisi itu jangan seperti makan permen karet, habis manis sepah dibuang,” ujar Fauzi.
Diketahui sebelumnya, Said Abdullah memberi sindiran menohok kepada Jokowi yang berharap agar kepala daerah dari PDIP tetap mengikuti retret meski ada instruksi larangan dari Ketum PDIP Megawati Soekrnoputri.
Said mengisyaratkan agar Jokowi tak perlu ikut campur urusan internal PDIP. Sebab, menurutnya, instruksi larangan ikut retret merupakan urusan internal partai dan Jokowi bukan lagi bagian dari partai kepala banteng.
“Ini soal partai lah ya, urusan internal, bukan urusan orang luar,” kata Said di kediaman Megawati, Jl. Teuku Umar No. 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).
(Ah/rilpolitik)
















