SUMENEP, Rilpolitik.com – Gerakan Aksi Mahasiswa Sumenep (GAMAS) akan melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP swasta Kabupaten Sumenep tahun 2020-2021 ke Aparat Penegak Hukum (APH).
GAMAS menduga pungli tersebut melibatkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Moh Fajar Hidayat dan oknum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Hal itu disampaikan Koordinator GAMAS, Tolak Amir saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Disdik Sumenep pada Selasa (5/8/2024).
Rencana pelaporan itu ditegaskan Tolak Amir setelah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra membantah adanya dugaan pungli yang dilakukan bawahannya.
Tolak Amir bahkan menyebut pejabat Disdik yang melakukan pungli dana BOS SMP sebagai oknum jahannam. Dia berjanji akan membuat oknum tersebut bersujud meminta ampun.
“Ketemu di jalur hukum. Saya buat bersujud sampeyan oknum-oknum jahannam,” tegas Tolak Amir.
“Yang pasti, kami akan melakukan pelaporan,” sambungnya.
Melalui sesi wawancara doorstop usai demo, Tolak Amir mengatakan laporannya nanti akan menyasar Kabid SMP Disdik Sumenep Moh Fajar Hidayat dan oknum MKKS. Dia juga mengatakan laporan tersebut akan disampaikan ke Polres Sumenep atau Polda Jawa Timur.
“Terkait nanti pelaporan, yang akan kami laporkan adalah yang pertama terkait persoalan keterangan yang kami kantongi buktinya pada saat menerima uang itu. Ntah anggota MKKS nanti yang akan saya laporkan. Dan Kabid pendidikannya pasti nanti akan saya laporkan. Persoalan nanti merembet ke mana-mana itu persoalan pengembangan penyelidikan dan penyidikan di Polres maupun di Polda,” tuturnya.
“Ya Kabid dan MKKS yang akan jadi subjek pelaporan nanti,” lanjutnya.
Diketahui, GAMAS menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Disdik Sumenep terkait dugaan pungli dana BOS SMP swasta. Dalam kasus tersebut, GAMAS mensinyalir adanya keterlibatan Kabid SMP Disdik Sumenep Moh Fajar Hidayat dan oknum MKKS.
Bahkan, Koordinator GAMAS, Tolak Amir secara terang-terangan menyebut Fajar sebagai dalang di balik pungli tersebut.
Tudingan itu disebut bukan tanpa dasar. Tolak Amir mengaku sudah mengantongi bukti berupa transfer dan kwitansi dari kepala SMP swasta yang menyetorkan dana dengan dalih sumbangan dan pengembalian dana BOS atas temuan Kejaksaan.
“Bukti yang kami kantongi Rp1,5 juta berupa pengembalian dana bos tahun 2020-2021 keterangannya dan Rp 1,5 juta berketarangan ‘tali asih’ yang kata anggota MKKS itu adalah sumbangan,” ujarnya.
Bantah Tudingan Pungli
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra membantah tudingan pungli yang dilakukan oleh bawahannya. Dia mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada Kabid SMP Fajar selaku pihak tertuduh.
“Saya tegaskan, Insyallah tidak ada pungli yang diberikan kepada Dinas Pendidikan. Kemarin, Kabid sudah dipanggil,” kata Agus di depan para demonstran.
Terkait adanya pertemuan Fajar dan MKKS dengan kepala SMP swasta Kabupaten Sumenep, Agus mengakui. Tapi dia menegaskan tak ada pungli.
“Kalau pertemuan dengan MKKS iya. Tapi tidak ada pungli yang dilakukan oleh bidang SMP. Sekali lagi tidak ada pungli,” tegas dia.
Bahkan, Agus menantang GAMAS untuk berani dikonfrontasi dengan Kabid SMP dan MKKS agar persoalan ini menjadi terang.
“Kalau rekan-rekan tidak percaya, mari kita tabayyun. Nanti kita kumpulkan Kabid SMP dan MKKS. Kalau ada pungutan, ada ngga yang mengalir ke Kabid SMP maupu dinas pendidikan. Ayo kita tabayun biar jelas,” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)



![Gedung KPK, Jakarta Selatan. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA0001-350x220.jpg)
![Masyarakat Desa Kapedi perbaiki jalan rusak secara swadaya. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066385-350x220.jpg)
![Masyarakat Kapedi melakukan penggalangan dana demi memperbaiki jalan rusak. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066343-350x220.jpg)







![Gedung KPK, Jakarta Selatan. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA0001-180x130.jpg)
![Masyarakat Desa Kapedi perbaiki jalan rusak secara swadaya. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066385-180x130.jpg)
![Masyarakat Kapedi melakukan penggalangan dana demi memperbaiki jalan rusak. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066343-180x130.jpg)
