NasionalPolitik

Pidato Prabowo di PBNU Disebut Sebagai Pengakuan Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024

×

Pidato Prabowo di PBNU Disebut Sebagai Pengakuan Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024

Sebarkan artikel ini
Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri acara Halalbihalal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat pada Minggu (28/4/2024).

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto mengakui peran Presiden Joko Widodo atas kemenangan dirinya dalam Pilpres 2024. Prabowo merasa Jokowi telah menyiapkan dirinya untuk menjadi penerus.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara halalbihalal di Kantor Pengurus Besar Nahdltul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat pada Minggu (28/4/2024).

Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Henri Subiakto merespon pernyataan tersebut. Dia menyebut pidato Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu justru mengkonfirmasi adanya cawe-cawe Presiden Jokowi di Pilpres 2024.

Henri kembali menyinggung hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Jokowi itu tidak cawe-cawe. Jokowi itu netral. Jokowi itu tidak terbukti menggunakan kekuasaannya untuk memenangkan 02. Itu keyakinan para hakim konstitusi yang digunakan sebagai dasar untuk memutuskan perkara minggu lalu di MK,” kata Henri dalam
unggahannya di X dikutip pada Kamis (2/5/2024).

Namun, kata Henri, berbeda dengan hakim konstitusi, Prabowo justru secara tidak langsung mengakui adanya cawe-cawe Presiden Jokowi untuk pemenangan Pilpres 2024.

“Anehnya pak Prabowo dalam pidatonya ini, malah mengakui bahwa dirinya itu sudah dipersiapkan secara sungguh sungguh oleh Presiden Jokowi untuk menjadi pengganti. Dan presiden Jokowi menurut pak Prabowo adalah orang yang sangat teliti,” ujar Henri.

Henri meyakini pidato Prabowo di PBNU itu sebagai sebuah pernyataan yang jujur terkait ikut campur Jokowi dalam pemenangan Pilpres.

“Dalam hal ini saya lebih percaya dengan apa yang disampaikan pak Prabowo itu adalah pernyataan yang jujur, tidak bohong,” ucapnya.

Perbedaan putusan MK dan pengakuan Prabowo soal cawe-cawe Jokowi, lanjut Henri, menunjukkan kualitas hakim konstitusi di Indonesia.

“Kalau kemudian para hakim MK berbeda pemahaman atau berbeda pandangan dengan yang disampaikan pak Prabowo, ya itulah kualitas para Hakim Konstitusi kita yang sangat mulia,” ujarnya.

“Itulah fakta yang nampak dari dunia hukum Indonesia tercinta. Semua harus kita terima apa adanya,” pungkas Henri.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dalam pidatonya di PBNU menyebut bahwa Presiden Joko Widodo telah menyiapkan dirinya untuk menjadi penerus.

Menurut dia, kekalahannya dua kali beruntun dari Jokowi pada Pemilu 2014 dan 2019 adalah salah satu persiapannya.

“Dan untuk itu saya harus sampaikan di sini betapa besar Pak Joko Widodo menyiapkan saya,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengaku selalu mengikuti arahan Jokowi untuk membangun diplomasi dengan negara-negara tetangga.

Beberapa waktu lalu, Prabowo diperintahkan ke China, Korea Selatan dan Jepang untuk membangun diplomasi.

“Sekarang saya diperintahkan untuk ke Timur Tengah,” kata dia.

Prabowo bahkan menyebut, jika tak dapat restu dari Jokowi, ia mungkin tak akan ikut dalam perhelatan Pilpres 2024 lalu.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *