JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuding para pengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pihak yang tidak pernah merasakan miskin.
Amran menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bantuan pangan, tapi penggerak ekonomi desa.
“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, penjual ayam, telur, semua bergerak dari hulu sampai hilir. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” kata Amran, Senin (6/4/2026).
Amran menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), utamanya bagi anak-anak yang rentan kekurangan gizi.
Menurutnya, kebijakan ini tidak berorientasi politik jangka pendek lantaran penerima manfaatnya belum menjadi pemilih dalam pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden.
“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Anak SD, SMP, SMA belum ikut pemilihan (umum). Artinya ini betul-betul gagasan untuk generasi ke depan. Kita tidak boleh ego, banyak anak-anak kita yang kelaparan, stunting kita masih 21 persen,” ujarnya.
Amran juga menekankan MBG berperan sebagai penggerak ekonomi desa karena menciptakan permintaan langsung terhadap produk pertanian dan peternakan. Ia menyebut jutaan pelaku usaha kecil ikut merasakan dampaknya.
“Bayangkan kalau Rp300 triliun bergerak di desa. Peternak ayam, telur, sapi, kambing itu bergerak semua. Ada 3,8 juta peternak kita, ini menjadi off-taker untuk sayur, telur, ayam, daging,” katanya.






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)