JAKARTA, Rilpolitik.com – Relawan Ganjar Pranowo, Jhon Sitorus pesimis hak angket untuk mendalami dugaan kecurangan pemilu 2024 bisa terwujud di DPR. Hal itu disampaikan menanggapi respon elite PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani yang hanya menggelengkan kepala saat ditanya soal kelanjutan pengajuan hak angket.
“Sepertinya agak berat berharap hak angket ini terwujud. Puan Maharani sebagai ketua DPR RI saja tak memberi arah yang jelas,” kata Jhon melalui unggahannya di X pada Sabtu (6/4/2024).
Jhon Sitorus mempertanyakan sikap elite politik yang terkesan sudah menyerah, bahkan terkesan takut untuk mengajukan hak angket.
“Ada apa? Nyerah? Mengapa seperti takut atau pesimis? Atau jangan-jangan sudah ada deal di belakang bersama Prabowo?” ujar dia.
Menurut Jhon, mengajukan hak angket itu bukan sesuatu yang sulit. Sebab, angket merupakan hak setiap anggota DPR dan dijamin oleh Undang-Undang (UU).
“Hak angket bukan sesuatu yang berat untuk diajukan, hak angket itu dijamin oleh UU sebagai hak DPR,” ucapnya.
Dia meminta elite politik yang sejak awal mewacanakan angket untuk transparan kepada rakyat terkait kelanjutannya.
“Sebaiknya dibuka (jujur) saja bagaimana arahnya, jangan gantung harapan rakyat dengan bobroknya demokrasi ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Puan Maharani hanya menggelengkan kepala saat ditanya kalanjutan angket usai rapat paripurna ke-15 penutupan masa sidang IV tahun sidang 2023-2024, Kamis (4/4/2024).
Wacana hak angket untuk mengusut kecurangan pemilu memang tidak muncul dalam rapat tersebut. Tiga fraksi yang sempat mengusulkannya di paripurna ke-13 pada 5 Maret lalu, tak lagi menyerukan interupsi di paripurna. Ketiganya masing-masing Fraksi PKS, Fraksi PKB, dan Fraksi PDIP.
(War/rilpolitik)


![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-350x220.jpg)









![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-180x130.jpg)



