DaerahSerba-serbi

KNPI Sumenep Endus Aroma Manipulasi dalam Proses Rekrutmen Perawat RSU Sumekar

×

KNPI Sumenep Endus Aroma Manipulasi dalam Proses Rekrutmen Perawat RSU Sumekar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua KNPI Sumenep, Hamsun. [Foto: istimewa]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Rekrutmen tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Sumekar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur diduga amburadul. Pasalnya, beberapa calon perawat yang sudah dinyatakan lolos tahap seleksi, justru mendadak ditolak pada tahap verifikasi berkas dengan alasan salah konfirmasi nomor telepon.

Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep, Hamsun menilai alasan pihak rumah sakit bahwa salah konfirmasi nomor sangat tidak rasional. Ia curiga memang ada manipulasi atau bahkan kongkalikong dalam proses rekrutmen tenaga medis di RSU Sumekar.

Praktik curang seperti itu, katanya, tentu saja sangat merugikan bagi calon perawat lain yang kompeten. Ia sangat menyayangkan amburadulnya proses rekrutmen ini.

“Kami sangat menyayangkan adanya ketidakjelasan dalam proses ini. Ketika calon tenaga medis yang sudah lulus seleksi malah ditolak dengan alasan yang tidak rasional, itu patut dipertanyaka,” kata Hamsun dalam keterangannya dikutip pada Rabu (15/1/2025).

Menurut Hamsun, proses rekrutmen tenaga medis di rumah sakit seharusnya tidak hanya transparan, melainkan juga harus berlandaskan pada prinsip keadilan dan profesionalisme.

Dikatakan Hamsun, proses rekrutmen tenaga medis yang tidak transparan dan profesional akan merusak trust atau kepercayaan publik terhadap rumah sakit umum yang berada di bawah naungan pemerintah daerah (pemda). Sebab, rekrutmennya tak lagi berdasarkan kompetensi.

“Tak hanya itu saja, yang sangatlah penting Rumah Sakit Umum adalah tempat banyak nyawa dipertaruhkan dan mereka akan dirawat oleh orang-oranh yang tidak kompeten. ini sangat menakutkan dan kami tidak akan biarkan,” ujar dia.

Hamsun menambahkan, KNPI Sumenep akan melakukan pengawasan lebih lanjut terkait persoalan ini. Bahkan, KNPI menyatakan siap turun ke jalan mendesak pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan jika ditemukan adanya dugaan korupsi dalam proses rekrutmen tersebut.

“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat hancur jika praktik-praktik seperti ini terus dibiarkan,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *