PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Upaya untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan kembali mendapatkan momentum di Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 53 melaksanakan program pelatihan pembuatan pupuk organik cair sekaligus memperkenalkan inovasi alat penabur pupuk berbahan PVC di desa tersebut.
Kegiatan ini dihadiri perangkat desa setempat, tokoh masyarakat, serta sejumlah petani lokal yang antusias mengikuti jalannya acara. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi praktis dan inovatif bagi tantangan pertanian di tingkat desa, sekaligus berkontribusi pada isu global tentang krisis lingkungan serta kemandirian pangan.
Sekretaris Posko 53, Nailurrachman menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, melainkan juga penguatan praktik pertanian yang lebih mandiri.
“Pelatihan pupuk organik cair dan pembuatan alat penabur pupuk sederhana dari PVC adalah bentuk inovasi kecil dengan manfaat besar. Dengan langkah ini, kami berharap masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian,” ungkap Nailurrachman dalam sambutannya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Dempo Barat, Joko Pranoto. Ia mengapresiasi peean mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 53 yang telah memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat membantu warga kami. Pupuk organik cair dapat menjadi solusi ramah lingkungan, sementara alat penabur pupuk dari PVC memudahkan petani dalam distribusi pupuk di lahan. Kami berharap program ini terus berlanjut,” kata Joko Pranoto.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat setempat, Maskur. Ia mengatakan inisiatif mahasiswa membawa harapan baru bagi petani di tengah mahalnya pupuk kimia dan meningkatnya kebutuhan efisiensi kerja.
Selain pelatihan pembuatan pupuk organik cair, mahasiswa juga memperkenalkan alat penabur pupuk sederhana berbahan dasar PVC. Alat ini dirancang untuk membantu petani dalam menabur pupuk secara lebih merata, hemat tenaga, dan mudah digunakan. Keunggulannya adalah murah, praktis, serta dapat dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar desa.
Program ini memiliki nilai strategis dalam konteks global. Dunia saat ini tengah berupaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam aspek ketahanan pangan (SDG 2), serta produksi berkelanjutan (SDG 12).
Dengan pelatihan dan inovasi ini, Desa Dempo Barat menunjukkan bahwa inisiatif lokal mampu memberikan kontribusi nyata terhadap isu global. Pupuk organik cair mendukung keberlanjutan lingkungan, sementara alat penabur pupuk meningkatkan efisiensi pertanian rakyat.
Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 53 berharap pelatihan dan inovasi ini menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai sebagai kunci untuk menghadirkan perubahan positif yang berdampak luas.



![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)


![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)





![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)


![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-180x130.jpg)