DaerahEkonomi

Ketua Yayasan Minta UNIBA Madura Jadi Garda Terdepan Kawal KEK Tembakau

×

Ketua Yayasan Minta UNIBA Madura Jadi Garda Terdepan Kawal KEK Tembakau

Sebarkan artikel ini
Achsanul Qosasi.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Ketua Yayasan Qudsiyah Bahaudin Mudhary, Prof. Dr. Achsanul Qosasi meminta Univeritas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mengawal gagasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura yang sedang dirancang Komunitas Muda Madura (KAMURA).

Hal itu disampaikan Achsanul saat memberikan keynote speech dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema, ‘Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau: Inovasi, Proteksi, dan Kesejahteraan Petani’ yang digelar KAMURA di Kampus UNIBA Madura, Sumenep, Kamis (27/11/2025).

Awalnya, Achsanul mengatakan bahwa para pejabat pemerintah selama ini tidak pernah berpihak terhadap para petani, khususnya di Madura.

“Kita (pejabat) tidak pernah memberikan sebuah kebijakan yang berpihak kepada petani. Tidak pernah, saya katakan, baik itu petani, nelayan,” kata Achsanul.

“Bantuan apa pun pasti bantuan politik yang bersifat sesaat bukan bantuan yang sustain,” sambungnya.

Dia menyebut kebijakan pemerintah terhadap petani tembakau saat ini tidak adil. Sebab itu, ketidakadilan itu harus dilawan. Salah satu caranya adalah dengan mengagagas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

KEK Tembakau ini, jelas Achsanul, bertujuan untuk menciptakan ekosistem tata niaga tembakau di Madura yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Ini kita diskusi mulai dari Surabaya, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, lusa dilakukan di Sampang. Diskusi adalah untuk membahas KEK Tembakau, membahas tentang bagaimana pengusaha dan petani tembakau itu bisa sustain,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan Madura berhak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Pasalnya, Madura merupakan produsen tembakau terbesar nasional.

“KEK ini Kita minta kepada pemerintah karena kita berhak. Kalau ditanya kenapa? Jawabannya simple. Karena Madura adalah produsen tembakau terbesar nasional. Hanya itu jawabannya,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta UNIBA Madura untuk menjadi garda terdepan mengawal gagasan KEK Tembakau ini agar bisa diberlakukan di Madura.

“UNIBA harus berada di paling depan untuk itu. Mahasiswa UNIBA Madura harus berada paling depan untuk mengawal bagaimana caranya KEK ini bisa berjalan dan diberlakukan di Madura. Makanya kalian harus mengerti apa itu KEK,” ucap dia.

Dia juga secara khusus telah meminta Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Rachmad Hidayat untuk mensosialisasikan KEK Tembakau kepada masyarakat Sumenep. Menurut Achsanul, berhasil tidaknya KEK Tembakau tergantung pada dua kabupaten, yakni Pameksan dan Sumenep.

“Saya minta kepada rektor, ‘Pak Rektor, bisa nggak anda menjadi garda terdepan di dalam pembuatan KEK dan mensosialisasikan KEK ini kepada seluruh masyarakat’. Karena kuncinya ada di dua tempat, Pamekasan dan Sumenep. Pamekasan insyaalah bisa, Sumenep juga harus bisa mensosialisasikannya,” ujarnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *