JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menanggapi pernyataan tokoh oposisi, Abraham Samad yang menyebut bahwa reformasi kepolisian baru ada jika Kapolri diganti. Menurut Habiburrokhman, pernyataan tersebut salah kaprah.
“Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, dikutip rilpolitik.com pada Sabtu (7/2/2026).
Habiburrokhman menilai usulan Abraham Samad cs sangat tendensius, subyektif, dan bersudut pandang sangat sempit.
“Cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional mereka datang dengan usul terkait personal,” ujar dia.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan reformasi di bidang apapun, tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal.
“Terlebih, Kapolri Listyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri,” tegasnya.
Dia lalu mengungkapkan data di Komisi III DPR menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya.
“Polri juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat,” ujarnya.
Ia pun menegaskan pergantian Kapolri sebagai kewenangan konstitusional Presiden yang seharusnya tidak diintervensi oleh siapa pun, termasuk tokoh-tokoh oposisi tersebut.
“Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita,” ucapnya.
Dia juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak suka berbicara personal ketika membahas hal yang bersifat institusional.
“Selain itu, beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau,” kata dia.
Habiburrokhman pun mengajak publik untuk bersatu mendukung reformasi Polri secara kultural. “Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekad, kita dukung reformasi Polri secara kultural,” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)





![Warga Desa Torjek laporkan dugaan aksi pengancaman menggunakan celurit ke Polsek Kangayan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260315-WA0002-350x220.jpg)









![Warga Desa Torjek laporkan dugaan aksi pengancaman menggunakan celurit ke Polsek Kangayan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260315-WA0002-180x130.jpg)
