NasionalPolitik

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Protes Penanganan Bencana

×

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI, Protes Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
Spanduk raksasa yang dipasang aktivis Greenpeace Indonesia di atas Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat. [Foto: Greenpeace Indonesia]
Spanduk raksasa yang dipasang aktivis Greenpeace Indonesia di atas Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat. [Foto: Greenpeace Indonesia]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Sejumlah ktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk protes dalam memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Spanduk dibentangkan di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) pagi.

Spanduk raksasa berlatar kuning yang membentang dari atas patung hingga area bawah itu merupakan bentuk protes terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan yang tak kunjung selesai.

Terdapat dua spanduk yang dibentangkan Greenpeace. Salah satu spanduk berisi tulisan yang mempertanyakan tindakan pemerintah atas berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

“Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” tulis salah satu spanduk yang dibentangkan.

Sementara spanduk lainnya berisi tulisan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan pihaknya terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat.

“Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi,” kata Jeanny dalam pernyataan persnya.

Menurut Jeanny, cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan.

“Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, lanjut Jeanny, masyarakat justru semakin terhimpit oleh kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja.

“Padahal, pemerintahan Prabowo-Gibran berjanji memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Temuan riset terbaru kami malah menunjukkan sebaliknya,” tuturnya.

Greenpeace Indonesia menilai pemerintah gagal menyediakan solusi bagi dampak krisis iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kini, spanduk tersebut telah diturunkan oleh pihak kepolisian sekitar pukul 08.10 WIB. Sementara, aktivis Greenpeace yang terlibat dalam pemasangan spanduk tersebut dievakuasi ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan pihaknya akan mendalami cara aktivis Greenpeace naik ke Patung Selamat Datang Bundaran HI. Pendalaman dilakukan dengan memeriksa sejumlah pihak.

“Tentu nanti akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan audit kepada pihak-pihak terkait,” kata Reynold.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *