JAKARTA, Rilpolitik.com – Asrul Haruna resmi terpilih sebagai Koordinator Presiden Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) periode 2026-2027. Ia terpilih dalam forum Silatnas BEM PTMAI di Surakarta, Jawa Tengah pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam pemilihan yang diikuti dari 117 kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) tersebut, Asrul berhasil mengantongi 67 suara. Dengan hasil tersebut, ia mendapatkan mandat untuk mengoordinasikan gerakan mahasiswa PTMA di tingkat nasional.
Forum tersebut juga memilih Nasrawi Ibnu Dahlan sebagai Sekretaris Jenderal BEM PTMAI. Keduanya diharapkan dapat membangun koordinasi organisasi yang solid serta memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di seluruh Indonesia.
Asrul mengatakan, terpilihnya dirinya merupakan bagian dari momentum konsolidasi nasional mahasiswa PTMA dalam memperkuat persatuan, solidaritas, dan arah gerakan mahasiswa. Katanya, partisipasi 117 kampus dalam forum tersebut menjadi gambaran keterlibatan berbagai elemen mahasiswa PTMA dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.
“Mandat yang diperoleh melalui 67 suara tersebut bukan sekadar legitimasi kepemimpinan, melainkan juga tanggung jawab untuk membangun ruang persatuan di tengah keberagaman karakteristik, latar belakang, serta dinamika gerakan mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi,” kata Asrul dalam keterangan tertulisnya.
Asrul berharap BEM PTMAI ke depan mampu menjadi simpul koordinasi nasional yang tidak hanya berorientasi pada komunikasi antarkampus, tetapi juga menjadi ruang artikulasi gagasan, advokasi kepentingan mahasiswa, serta respons terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, demokrasi, dan kebangsaan.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi dan kehidupan masyarakat, mahasiswa dituntut untuk tetap menjaga daya kritis, keberanian intelektual, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, konsolidasi nasional BEM PTMAI perlu diarahkan pada penguatan gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, berkemajuan, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
“Kepemimpinan nasional ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk menyatukan potensi mahasiswa PTMA, memperkuat kerja-kerja advokasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” kata dia.
Sebab, lanjutnya, organisasi mahasiswa tidak semestinya berhenti pada seremoni pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi instrumen perjuangan, ruang dialektika, dan kekuatan moral yang senantiasa hadir menjawab persoalan zaman.
“117 Kampus, Satu Gerakan, Bersama Membangun Indonesia Berkemajuan,” pungkas Asrul.









![Foto air Le Minerale kemasan galon. [dok. rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/10/1000077641-350x220.jpg)






