JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo akan melarang warga Jakarta mengambil air tanah. Hal itu disebut untuk mengatasi penurunan air tanah.
“Ujung-ujungnya adalah, at the end of the point kita akan minta pada seluruh masyarakat DKI (Jakarta) untuk tidak mengambil air tanah,” kata Dody di Muara Baru, Jakarta Utara pada Senin (4/11/2024).
Menurut Dody permukaan tanah di Jakarta menurun secara drastis akibat pengambilan air tanah yang sangat berlebihan.
“Ini terus harus ditingkatkan, diperbaiki land subsidence seperti Pak Menko sudah sebutkan terjadi sebetulnya di tengah kota karena pengambilan air tanah yang sangat-sangat berlebihan kemudian air tanah menjadi turun sangat drastis,” jelas Dody.
Namun, Dody tidak serta-merta akan melarang masyarakat mengambil air tanah. Dia mengatakan, jika masyarakat Jakarta tidak diperbolehkan mengambil air tanah, maka pemerintah harus bisa memenuhi kebutuhan air.
“Kemudian pergerakan muka tanah itu benar-benar bisa diminimalkan tapi kan kita tidak bisa melakukan itu sebelum kita sebagai pemerintah baik pusat dan daerah bisa memenuhi kebutuhan minimum masyarakat, yaitu air,” kata Dody.







![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)








