NasionalPolitik

Kata Jansen Demokrat 10 Tahun Jokowi: Infrastruktur Maju, Demokrasi Mundur

×

Kata Jansen Demokrat 10 Tahun Jokowi: Infrastruktur Maju, Demokrasi Mundur

Sebarkan artikel ini
Jokowi dan Iriana.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi berakhir seiring dengan dilantiknya Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto pada Minggu (20/10/2024). Jokowi merupakan Presiden Indonesia 2 periode. Dia menjabat pada 2014-2019 dan 2019-2024.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon pun memberikan penilaian 10 tahun Pemerintahan Jokowi. Mulanya, Jansen menegaskan bahwa dia bukanlah pendukung Jokowi meski Demokrat sudah bergabung dengan Kabinet Jokowi di akhir masa pemerintahannya.

“Di 2 Pilpres di mana pak @jokowi maju, saya bukan pendukung dan pemilih beliau. Karena di 2 pilpres itu saya pendukung berat pak @prabowo. Termasuk sampai hari ini pun, hari terakhir di mana pak Jokowi menjabat sebagai Presiden, saya masih merasa bukan pendukung beliau. Karena di pemilu manapun pak Jokowi maju termasuk di DKI 2012, saya tidak pernah sekalipun memilih beliau,” kata Jansen di media sosial X, @jansen_jsp dikutip Senin (21/10/2024).

Ada dua penilaian yang disampaikan Jansen terkait pemerintahan Jokowi, yakni untuk hal yang terlihat (tangible) dan tak terlihat (intangible).

Untuk hal yang terlihat (tangible) seperti pembangunan infrastruktur, Jansen mengakui apa yang telah dilakukan Jokowi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal itu, katanya, tak lepas dari warisan ekonomi dan keuangan yang sehat dari pemerintahan pendahulunya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Harus diakui hebat memang apa yang telah dilakukan dan dibangun pak Jokowi 10 tahun terakhir ini. Mulai dari ribuan kilometer tol yang hari ini ada di semua pulau-pulau besar Indonesia di mana semua kita bisa memakainya, bandara-bandara, bendungan-bendungan baru, jalan, jembatan, irigasi, kereta, pasar dan banyak jenis lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia ini,” ujarnya.

Jansen mengatakan jejak pembangunan Jokowi nyata dan bisa dirasakan sehingga tak bisa dibantah bahkan oleh pengkritiknya sekalipun.

“Harus diakui, di hampir semua daerah di Indonesia ini, jejak pembangunan pak Jokowi memang nyata, ada dan bisa dirasakan. Baik oleh pengkritiknya sekalipun seperti saya ini dan banyak lagi diluar sana, soal yg satu ini tidak bisa dibantah. Apa yg beliau bangun ini bersama kita semua ikut memakai, menikmati dan merasakannya,” tegas dia.

Sementara terkait hal yang tak terlihat (intangible) atau tak berwujud seperti demokrasi, politik internasional, hukum, korupsi, konstitusi dan lain-lain, Jansen secara tegas menyatakan mengalami kemunduran di 10 tahun pemerintahan Jokowi. “Inilah ke depan yang harus kembali kita perbaiki,” katanya.

Dia kemudian mengungkit upaya pengambilalihan Partai Demokrat oleh Moeldoko yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Jansen merasa Jokowi melakukan pembiaran bahkan terkesan merestui.

“Untuk saya sendiri, sebagai kader Demokrat, dalam kasus pengambilalihan Demokrat oleh Moeldoko, jujur saya merasa pak Jokowi melakukan pembiaran. Masih membekas sampai sekarang dalam diri saya. Karena apapun argumen yang mau dibangun, Moeldoko itu bawahan pak Jokowi langsung bahkan dia berkantor di Istana. Tidak mungkin apa yang dia lakukan itu pak Jokowi tidak tahu. Dan dari semua sudut: baik hukum, demokrasi, sistem kepartaian dll apa yang dilakukan Moeldoko itu nyata-nyata jelas salah,” ungkapnya.

“Namun, sampai bertahun-tahun konflik itu berjalan pak Jokowi seakan mendiamkannya. Bahkan diawal-awal, mohon maaf mengatakannya saya merasa bahkan seperti direstui. Dan banyak lagi case-case sejenis ini 10 tahun terakhir yg merongrong demokrasi kita dll,” sambung dia.

Meski begitu, Jansen menyatakan tak mau memperpanjang terkait upaya perebutan partai tersebut. Dia menginginkan hal itu jadi pembelajaran ke depan. “Karena itu masa lalu mari kita tutup bab itu. Yang penting ke depan kita jaga tidak terulang lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jansen berterima kasih atas pengabdian Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia. Dia menyebut pembangunan yang dilakukan Jokowi akan tetap bisa dirasakan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan.

“Pada kesempatan ini, saya selaku kader Demokrat dan rakyat Indonesia mengucapkan terimakasih atas 10 tahun yang telah pak Jokowi lakukan untuk Indonesia, khususnya terkait “pembangunan-pembangunan terlihat” yang sampai 50 tahun ke depan pun rasanya apa yang telah bapak bangun ini mungkin masih bisa kita pakai dan pergunakan,” katanya.

Dia pun menegaskan akan melakukan pembelaan jika dalam menjalani masa pensiun ini Jokowi mengalami ketidakadilan.

“Jika pasca Presiden ini bapak mengalami hal yang menurut saya tidak adil, walaupun bukan pendukung bapak, saya akan membela bapak,” tegasnya.

“Selamat menikmati pensiun untuk pak Jokowi dan Ibu Iriana. Spesifik sebagai anak Sumatera Utara dan putra Toba, saya mengucapkan terimakasih atas apa yang telah pak Jokowi bangun di kampung kami Sumut. Diberikan kesehatan terus untuk pak Jokowi dan Ibu Iriana,” pungkas Jansen.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *