JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) baru 5 hari sebelum purna tugas pada 20 Oktober mendatang.
Jokowi mengusulkan Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra sebagai Kepala BIN baru pengganti Budi Gunawan.
Hal itu sesuai dengan surat Jokowi ke pimpinan DPR RI terkait pemberhentian Budi Gunawan dan pengangkatan Kepala BIN yang baru.
“Jadi sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi. Surpres (surat presiden) pergantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani usai Rapat Paripurna, Selasa (15/10/2024).
Puan mengatakan akan segera melakan fit and proper test pada Rabu (16/10/2024). “Insya Allah akan dilaksanakan fit and proper-nya atau pertimbangan dari DPR-nya itu insya Allah besok pagi di DPR,” ujarnya.
Mengingat alat kelengkapan dewan (AKD) belum terbentuk, dan belum ada komisi yang secara definitif menjadi mitra kerja BIN, DPR memutuskan membentuk tim khusus untuk memproses pengangkatan Kepala BIN yang biasanya dilakukan melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan).
Tim ini dipimpin oleh pimpinan DPR RI dan bertugas membahas pertimbangan atas pemberhentian dan pengangkatan calon Kepala BIN yang baru, untuk selanjutnya dilaporkan pada Rapat Paripurna terdekat.
Puan menyebut, hal itu berdasarkan ketentuan Pasal 111-112 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 yang menyangkut soal tata tertib.
















