JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap meminta maaf menjelang jabatannya berakhir pada 20 Oktober mendatang. Permintaan maaf itu disampaikan langsung Jokowi saat kunjungan kerja ke berbagai daerah.
Istana pun menjelaskan maksud Jokowi kerap meminta maaf kepada masyarakat dalam setiap kunjungannya ke daerah. Menurutnya, hal itu menunjukkan kerendahan hati seorang Jokowi.
“Presiden Joko Widodo telah menunjukkan sikap kerendahan hati dan keberanian untuk meminta maaf secara langsung atas kekurangsempurnaan selama masa jabatannya,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana kepada wartawan, Kamis (3/10/2024).
Selain itu, Yusuf menyebut permintaan maaf Jokowi itu sekaligus menjadi refleksi kebijakan yang telah dilakukan selama ini.
“Serangkaian permohonan maaf yang disampaikan beliau di berbagai kesempatan dan lokasi itu menunjukkan keseriusan beliau dalam refleksi atas kebijakan yang telah dijalankan,” ujarnya.
“Ini merupakan sikap yang menunjukkan integritas, kenegarawanan, dan kepedulian yang mendalam terhadap tanggung jawab yang diemban sebagai kepala negara,” lanjut Yusuf.
Adanya permintaan maaf itu, lanjut Yusuf, juga membuktikan hubungan baik Jokowi dengan rakyat secara langsung. Menurutnya, Jokowi tengah menunjukkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat selama memimpin.
“Permintaan maaf langsung yang disampaikan di berbagai momen penting dan di berbagai daerah juga mencerminkan hubungan langsung dengan rakyat dan menunjukkan rasa empati. Itu adalah komitmen beliau terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat dalam kepemimpinannya,” ujarnya.
















