EkonomiNasional

Sejumlah Fakta Mencengangkan Soal Kereta Tanpa Rel di IKN yang Mirip Bus Gandeng

×

Sejumlah Fakta Mencengangkan Soal Kereta Tanpa Rel di IKN yang Mirip Bus Gandeng

Sebarkan artikel ini
Kereta tanpa rel. [Dok. Kemenhub]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini terkait dengan rencana pengoperasian kereta otonom tanpa rel di wilayah tersebut.

Rencana tersebut digadang-gadang sebagai salah satu inovasi transportasi yang ramah lingkungan dan futuristik untuk mendukung mobilitas di IKN.

Kereta Otonom Tanpa Rel atau Autonomous Rail Transit (ART) itu rencananya akan diuji coba di IKN pada Sabtu (10/8/2024).

Keunikan Kereta Otonom Tanpa Rel di IKN itu justru mendapat komentar negatif dari netizen, banyak yang menganggap transportasi modern itu seperti Busway Gandeng di Jakarta.

Pasalnya, kereta tanpa rel itu tetap menggunakan ban karet. Bedanya dengan bus, ban ART tertutup full body.

Pegiat media sosial, Jhon Sitorus mengungkap sejumlah fakta terkait kereta tanpa rel. Hal itu disampaikan melalui akun X miliknya, @JhonSitorus_18. Berikut kata dia:

1. Rangkaian kereta otonom ternyata hanya PINJAMAN dari CINA, bukan milik negara kita.
2. Uji coba Agustus-Desember 2024 di IKN.
3. Setelah uji coba, ada kemungkinan Bus Gandeng ini akan dikembalikan ke Cina atau tetap dipertahankan dengan skema pembelian layanan (buy the services).
4. Kemenhub akan membeli layanan angkutan massal ke operator dengan mekanisme lelang.
5. Jadi prinsipnya, yang berperan nantinya adalah swasta (operator) dengan CRRC. Operator juga diberi opsi membeli Bus Gandeng ini sehingga mereka bisa membeli layanan buy the services pada pemerintah.

Jhon menegaskan kereta tanpa ral tersebut berstatus sebagai pinjaman. Intinya ini Bus Gandeng statusnya masih MINJEM, bukan milik negara kita,” ujar dia.

“Ini artinya, kita pemerintah nggak punya uang untuk beli 1 Bus Gandeng (Kereta tanpa rel) di IKN ini kecuali ada swasta yang mau bantu,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *