SUMENEP, Rilpolitik.com – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kiai Ali Fikri berbicara terkait potensi terjadinya calon tunggal di Pilkada Sumenep 2024. Dalam hal ini, calon tunggal mengarah kepada petahana, Achmad Fauzi. Dia menegaskan tak akan membiarkan potensi itu terjadi.
Kiai Fikri menceritakan pengalamannya ketika lewat di daerah Pamekasan. Menurutnya, saat ini sudah banyak bertebaran baliho bakal calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Pamekasan 2024. Berbeda dengan Sumenep yang hingga saat ini tampak masih sepi.
“Kaget, ketika kemarin saya lewat di Pamekasan begitu banyak banner bertebaran sebagai kandidat calon pemimpin daerah, tapi di Sumenep tampaknya masih belum banyak,” kata Ali Fikri dalam sebuah diskusi di kawasan Kolor, Sumenep pada Rabu (29/5/2024).
Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya ketidakberesan yang bisa mengarah pada pencalonan tunggal di Pilkada Sumenep 2024.
“(Sepinya baliho bakal calon di Sumenep) Ini menggambarkan bahwa sekali lagi ada persoalan yang mendasar,” ujarnya.
Ali Fikri mengakui tak ada persoalan dengan calon tunggal asalkan memang sesuai dengan kehendak publik karena alasan prestasi.
“Pemimpin tunggal itu sebenarnya ngga ada masalah ketika persoalannya seperti akseptabilitas publik memang menghendaki demikian,” ujarnya.
Namun, katanya, apabila potensi calon tunggal itu terjadi bukan atas dasar prestasi, maka perlu adanya perlawanan.
“Nah, persoalannya, ketika tidak (berdasarkan prestasi), maka tentunya perlawanan harus dilakukan,” tegas salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah itu.
Dia pun menegaskan siap untuk bertarung pada kontestasi Pilkada Sumenep 2024. Dia juga merespon pernyataan pengamat politik Wildan Rosaili yang menyebut PPP akan menjadi partai paling berdosa jika membiarkan Pilkada Sumenep hanya calon tunggal.
“Saya akan membayar apa yang dituduhkan mas Wildan. Bahwa saya juga Insyaallah termasuk akan menjadi kandidat dan siap bertarung untuk membawa pembaruan dan kemajuan di Kabupaten Sumenep,” ucapnya.
Ditemui usai diskusi, Kiai Fikri kembali menegaskan sikapnya tidak akan pernah membiarkan petahana Achmad Fauzi melawan kotak kosong pada Pilkada Sumenep 2024.
“Nggak boleh incumbent ini bertarung sendiri atau bertarung dengan dirinya sendiri. Harus muncul para kompetitor atau pesaing-pesaing,” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)

![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-350x220.jpg)









![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-180x130.jpg)




