NasionalPolitik

DPP IMM Hadirkan Stepi Andriani, Bahas Rekonstruksi Keamanan Nasional di Era Disrupsi

×

DPP IMM Hadirkan Stepi Andriani, Bahas Rekonstruksi Keamanan Nasional di Era Disrupsi

Sebarkan artikel ini
Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” oleh DPP IMM di Jakarta.
Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” oleh DPP IMM di Jakarta.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menggelar Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” di Aula Buya Hamka, FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta, Senin (6/7/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia di tengah dinamika global.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. Stepi Andriani, Pemerhati Intelijen dan Keamanan Nasional, yang menyampaikan materi bertajuk “Rekonstruksi Keamanan Nasional di Era Disrupsi.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa konsep keamanan nasional saat ini tidak lagi dapat dipahami hanya dalam konteks pertahanan militer, tetapi juga mencakup ancaman nonkonvensional seperti perang informasi, disinformasi, ancaman siber, polarisasi sosial, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap stabilitas nasional.

Menurut Stepi, perubahan lanskap ancaman tersebut menuntut adanya rekonstruksi paradigma keamanan nasional yang lebih adaptif dan kolaboratif.

“Penguatan ketahanan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, masyarakat sipil, dan generasi muda dalam membangun literasi kebangsaan serta memperkuat persatuan nasional,” kata Stepi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks sehingga memerlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif untuk melahirkan solusi yang komprehensif.

“IMM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menghadirkan ruang diskusi yang produktif. Forum Kebangsaan ini bukan sekadar menjadi wadah bertukar gagasan, tetapi juga ikhtiar bersama dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan bangsa, khususnya di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat,” ujar Riyan.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dengan memperkuat tradisi intelektual, riset, serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan di era disrupsi tidak cukup dihadapi dengan kritik semata, tetapi juga melalui lahirnya rekomendasi kebijakan dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain Stepi Andriani, forum juga menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, yang membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir pula Amirullah, S.Pd.I., M.A., Wakil Dekan IV FKIP UHAMKA, yang mengulas pentingnya pendidikan dalam membangun sumber daya manusia unggul, serta Hafizul Mizan, Direktur Eksekutif Cyrus Network, yang membahas dinamika opini publik dan perkembangan demokrasi di Indonesia.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan diikuti kader IMM, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Berbagai isu strategis seperti ketahanan nasional, keamanan siber, geopolitik global, pendidikan, ekonomi, hingga peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa menjadi pembahasan utama dalam forum tersebut.

Melalui Forum Kebangsaan ini, DPP IMM berharap dapat memperkuat budaya dialog yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi strategis bagi pembangunan nasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen IMM untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia melalui pendekatan intelektual, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *