JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai menyebut tuduhan Ketua Umum Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya bukan bagian dari kebebasan berekspresi.
Sebagai informasi, Amien Rais melalui akun Youtube pribadinya menyebut Prabowo dan Teddy memiliki hubungan khusus di luar relasi profesional dan pekerjaan. Bahkan, ia menuding Teddy sebagai seorang gay.
Pernyataan itu memicu kontroversi publik. Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut konten Amien mengandung hoax dan fitnah serta provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Amien dalam pernyataan terbarunya menyebut bahwa apa yang disampaikan dalam Youtube-nya merupakan bagian dari kebebasan berpendapat.
Menurut Pigai, Amien Rais justru patut diduga melakukan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
“Pernyataan Pak Amien Rais tidak serta merta masuk kategori kebebasan berpendapat. Dalam konteks HAM, Pak Amien patut diduga melakukan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia,” kata Pigai lewat X, dikutip rilpolitik.com, Senin (4/5/2026).
Pigai menjelaskan alasan menyebut Amien Rais patut diduga melanggar HAM. Pertama, Amien disebut melakukan tindakan verbal yang menimbulkan serangan mental.
“Inhuman treatment. Perlakuan tidak manusiawi, tindakan verbal yang sengaja menimbulkan serangan mental (non fisik) yang hebat,” jelas Pigai.
Kedua, Pigai menyebut Amien telah melakukan inhuman degradaging atau merendahkan martabat Presiden Prabowo dan Seskab Teddy.
“Ketiga, Verbal torture, kekerasan verbal,” ujarnya.
Keempat, lanjut Pigai, Amien melakukan perundungan verbal dengan kata-kata yang menyakiti seseorang secara emosional dan psikologis.
“Verbal humiliation atau perundungan/pelecehan verbal yang menggunakan kata-kata untuk merendahkan, mempermalukan, mengintimidasi, atau menyakiti seseorang secara emosional dan psikologis,” jelasnya.
Mantan Komisioner Komnas HAM itu pun mengingatkan Amien Rais bahwa kebebasan berbicara ada batasnya. Karena itu, Amien tidak boleh berlindung di balik kebebasan berbicara.
“Saya minta Pak Amien jangan berlindung di balik kebebasan berbicara karena ada batasnya,” tutup Pigai.
(Ah/rilpolitik)















