JAKARTA, Rilpolitik.com – Pengamat politik senior, Rustam Ibrahim menilai reshuffle atau perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (27/4/2026), merupakan fenomena politik yang menarik.
Dalam reshuffle kali ini, Rustam melihat Prabowo mulai mengkonsolidasikan kekuatan politiknya untuk lepas dari pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.
Hal itu ditandai dengan masuknya Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur, kata Rustam, dikenal sebagai sosok aktivis yang pernah dipenjara di era Jokowi karena sikap kritisnya.
“Bagi saya, reshuffle kabinet kemarin (27/4/2026), merupakan fenomena politik menarik. Jumhur Hidayat, seorang tokoh buruh dan aktivis yang sangat vokal mengkritik Jokowi dan pernah dipenjara di era Jokowi, diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup,” kata Rustam lewat unggahannya di X, dikutip rilpolitik.com, Kamis (30/4/2026).
Sementara itu, kata Rustam, Prabowo mulai meminggirkan dua tokoh vokal pendukung Jokowi, yakni Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari. Menurutnya, jabatan keduanya tidak strategis.
“Sementara dua tokoh vokal pendukung Jokowi, Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari posisinya kembali digeser-geser. Nama jabatannya masih keren, tetapi perannya sebagai ‘komunikator’ kebijakan Presiden Prabowo kesan saya semakin dipinggirkan,” ujarnya.
“Apakah Presiden mulai mengkonsolidasikan kekuatan politiknya lepas dari pengaruh politik Jokowi? Yang jelas Jumhur Hidayat adalah seorang veteran aktivis yang sangat tangguh yang juga pernah dipenjara di era Soeharto,” tambah Rustam.
Rustam berpandangan, masuknya Jumhur Hidayat ke kabinet akan berperan besar dalam mendukung Prabowo pada Pemilu 2029 mendatang.
“Menurut saya, Jumhur dkk-nya bisa berperan banyak dalam mendukung Prabowo untuk periode 2029-2034, meski belum tentu mereka mendukung Gibran,” tutup dia.
Diketahui, Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026). Dalam reshuffle kali ini, Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup.
Total ada enam pejabat menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik saat itu, di antaranya: Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; Hanif Faisol menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan; Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Kemudian, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah; Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi; dan Abdul Kadir Karding dilantik menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia.
(Ah/rilpolitik)









![Kecelakaan maut melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. [Foto: X]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260428_085822_X-350x220.jpg)






