SURABAYA, Rilpolitik.com – Pengacara kondang asal Surabaya, Muhammad Sholeh atau Cak Sholeh memastikan demo besar pada 3 September 2025 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, akan tetap digelar.
Pernyataan itu disampaikan Cak Sholeh usai peristiwa perusakan dan perampokan posko donasi persiapan aksi pada Senin (25/8/2025).
Cak Sholeh menegaskan pihaknya tidak takut dengan teror yang dilakukan oleh puluhan orang tak dikenal itu.
Ia justru mengajak masyarakat untuk semakin kompak dengan membuka donasi di daerah masing-masing. Sebab, kata dia, yang menjadi tuntutan aksi merupakan masalah yang dihadapi seluruh masyarakat Jawa Timur, bukan hanya Surabaya.
“Jadi tentu kasus ini tidak membuat nyali kita ciut, kita akan tetap aksi. Dan saya berharap masyarakat di kabupaten-kabupaten buka acara donasi-donasi seperti yang dilakukan di Surabaya ini,” kata Cak Sholeh dalam sebuah video dikutip pada Selasa (26/8/2025).
“Ayo kita tunjukkan bahwa ini bukan problem Surabaya, tapi ini adalah problem Jawa Timur. Pengampunan pajak ini masalah orang Jawa Timur, korupsi triliunan ini masalah orang Jawa Timur, pungli-pungli di sekolah negeri juga urusan orang Jawa Timur. Ayo kita jaga kebersamaan yang kita suarakan ini adalah suara masyarakat,” tambahnya.
Cak Sholeh kembali menegaskan tidak takut dan aksi akan tetap dilanjutkan. Ia juga memastikan aksi akan berjalan damai.
“Kita tidak gentar tetap aksi 3 september itu akan kita lakukan. Dan kami yakinkan aksi ini adalah aksi damai. Nggak ada kerusuhan, nggak ada,” ucapnya.
Cak Sholeh mengatakan demo ini merupakan pilihan terakhir karena kritik sebelum-sebelumnya tidak pernah didengar oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dia menyampaikan pihaknya hanya ingin Khofifah tobat dan mengabulkan tuntutan massa. Ia juga menjamin tidak akan demo lagi jika tuntutan dipenuhi.
“Kita hanya ingin menyuarakan supaya gubernur itu taubat, supaya gubernur itu sadar bahwa isu tiga tuntutan ini ayo dikabulkan. Kalau dikabulkan selesai, nggak akan ada orang demo-demo. Ngapain juga kita panas-panas demo-demo. Tapi karena kritikan tidak pernah didengar, makanya ya sudah alternatif terakhir adalah demonstrasi,” pungkasnya.
Diketahui, Cak Sholeh bersama sejumlah elemen masyarakat lainnya menginisiasi aksi demonstrasi di Surabaya, Jawa Timur. Aksi ini diharapkan bisa besar seperti yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Mereka pun mendirikan posko donasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Rencana aksi ini membawa tiga tuntutan utama. Pertama, hapus tunggakan pajak kendaraan bermotor. Kedua, usut dugaan korupsi dana hibah senilai triliunan rupiah yang diduga melibatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ketiga, hapus segala bentuk pungli di sekolah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.
Diberitakan sebelumnya, puluhan orang tak dikenal melakukan perusakan dan perampokan di posko donasi pada Senin (25/8/2025). Mereka mengobrak-abrik posko dan mengambil puluhan dus air mineral, snack hingga uang donasi jutaan rupiah.
“Teman-teman ada kejadian tidak terduga di mana tadi subuh kita kedatangan tamu, orang tidak dikenal jumlahnya puluhan di mana mereka dateng obrak-abrik posko, tendanya dirobohkan, tendanya dibawa pulang, juga ada sekitar 50 kardus air mineral dibawa, terus ada roti-roti dibawa, snack,” kata Cak Sholeh.
“Ini kotak donasi dirusak. Isinya uang sekitar Rp 5 jutaan, tapi memang belum dihitung pastinya, ini diambil,” imbuhnya.
(War/rilpolitik)















