NasionalPolitik

ICW Ungkap Anggotanya Jadi Korban Doxing Usai Komentari Jokowi Tokoh Terkorup Dunia

×

ICW Ungkap Anggotanya Jadi Korban Doxing Usai Komentari Jokowi Tokoh Terkorup Dunia

Sebarkan artikel ini
Logo ICW.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap anggotanya menjadi korban doxing usai mengomentari masuknya nama mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam daftar pemimpin paling korup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting (OCCRP).

Hal itu diungkap ICW melalui akun X @antikorupsi pada Jumat (3/1/2025). Data pribadi anggota ICW ini disebar oleh akun anonim di media sosial Instagram.

“Data pribadi peneliti ICW disebarluaskan secara ilegal (doxing) setelah memberikan tanggapan terkait masuknya nama Jokowi sebagai finalis tokoh kejahatan terorganisasi dan korupsi 2024 oleh Organized Crime and Corruption Reporting (OCCRP),” tulis akun ICW.

“Sebuah akun anonim di Instagram mengungkap data pribadi peneliti ICW. Hal ini terjadi setelah peneliti ICW memberikan tanggapan di media terkait rilis OCCRP,” sambungnya.

ICW membeberkan beberapa data pribadi yang dibocorkan oleh orang tak bertanggungjawab itu. “Beberapa data yang disebarluaskan adalah Nomor KTP, Alamat tinggal, dan Spesifikasi device yang digunakan peneliti ICW,” bebernya.

ICW menilai selama 10 tahun Jokowi menjabat Presiden, kondisi pemberantasan korupsi tidak baik baik saja. “Mulai dari pengerdilan KPK, penurunan score IPK, pembiaran praktik nepotisme dan menguatnya politik dinasti,” imbuhnya.

Peristiwa doxing ini, menurut ICW, semakin menambah catatan buruk bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Fenomena doxing ini menambah catatan bagi Jokowi, bukan hanya masuk dalam finalis tokoh kejahatan terorganisasi dan korupsi, tapi juga menunjukan bahwa setelah 10 tahun kepemimpinannya, kondisi demokrasi Indonesia semakin tidak sehat,” tegasnya.

ICW mengatakan, doxing ini bisa juga menimpa siapa saja yang kritis terhadap pemerintah.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita. Hari ini ICW yang kena doxing, besok dan seterusnya bisa jadi pihak lain yang turut mengkritisi kerja pemerintah menjadi korban juga,” ujarnya.

“Untuk itu, ICW mendesak penegak hukum untuk proaktif untuk menyelidiki pemilik akun yang melakukan doxing dan intimidasi,” pungkasnya.

Diketahui, Jokowi masuk daftar pemimpin paling korup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

OCCRP merupakan sebuah organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia yang fokus dengan isu korupsi.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *