JAKARTA, Rilpolitik.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor pasang badan membela Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dari hujatan publik akibat hinaannya terhadap penjual es teh bernama Sunhaji.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin meminta publik untuk tidak lagi membully Miftah yang disebut memiliki nama asli Ta’im itu. Menurut Addin, umpatan Miftah itu hanya goyonan biasa sehingga tak perlu diperpanjang.
“Kita kenal Gus Miftah, tokoh yang suka guyon, keduanya juga sudah bertemu, dan saling ber-maafan. Polemik sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang,” kata Addin dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Addin mengatakan, Miftah tak perlu dihakimi secara berlebihan. Sebab, menurutnya, kata kasar yang ia lontarkan ke penjual asongan itu hanyalah candaan belaka.
“Selama ini Gus Miftah juga bersikap baik terhadap semua kalangan,” ujarnya.
Terlebih, lanjutnya, Miftah dan Sunhaji sudah bertemu dan saling bermaafan dalam suasana yang santai dan hangat.
“Jadi polemik ini sudah selesai, tidak perlu lagi diperpanjang apalagi diperdebatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Addin menyebut Miftah sebagai aset bangsa yang berkontribusi besar terhadap dalam menebarkan agama dengan cara merangkul semua kalangan.
Diketahui, publik menghujat habis Miftah lantaran melontarkan kata kasar berupa “goblok” ke penjual es teh yang sedang menjajakan dagangannya di acara Magelang Bersholawat.
Umpatan itu langsung menuai respons negatif dari publik. Desakan agar Presiden Prabowo Subianto memecat Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden pun bermunculan.
Akhirnya, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden.








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







