SUMENEP, Rilpolitik.com – Kritikus Sumenep, Fauzi As membongkar berbagai upaya politikus senior PDI Perjuangan Said Abdullah untuk menjegal pencalonan KH Ali Fikri atau akrab dengan sapaan Mas Kiai di Pilkada Sumenep 2024. Ia mengatakan upaya penjegalan itu dilakukan Said tidak hanya melalui tokoh lokal, tetapi juga tokoh nasional.
Bahkan, kata Fauzi As, Said Abdullah menggunakan seorang jenderal bintang 2 di Jakarta untuk mengintimidasi dirinya terkait dengan sumber dana pencalonan Mas Kiai.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi As saat berorasi dalam aksi demonstrasi menolak Pilkada curang di depan Kantor Bawaslu Sumenep pada Kamis (5/12/2024).
Kata Fauzi As, jenderal bintang 2 itu berkali-kali menelpon dirinya mengorek informasi terkait modal pencalonan Mas kiai. Telepon itu terjadi satu minggu sebelum hari pencoblosan.
“Saya menjawab pada waktu itu, Mas Kiai adalah modal patungan dari rakyat,” kata Fauzi As.
Dia pun menegaskan tidak pernah takut dengan pola-pola intimidasi yang dilakukan oleh Said Abdullah bersama antek-anteknya.
“Hari ini saya buka ini ke ruang publik saya berdiri bersama Mas Sulaisi tidak pernah takut dengan intimidasi dan tidak akan pernah mundur sampai Pilkada ini betul-betul diselenggarakan dengan cara-cara yang beradab,” tegas dia.
Fauzi As mengaku dirinya akhirnya memutuskan hubungan kerjasama dengan sosok jenderal tersebut lantaran lebih memilih untuk menjadi antek Said Abdullah. “Akhirnya saya putuskan, saya tidak bekerjasama lagi dengan jenderal yang dipakai oleh Said itu,” tuturnya.
Tak hanya melalui jenderal, Fauzi As juga menyampaikan Said Abdullah yang merupakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sekaligus paman dari Cabup petahana Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu juga berusaha mengintimidasi dirinya melalui pengusaha.
“Said Abdullah sibuk ngurus saya. Telepon pengusaha bisnisnya apa begitu. Dan ini saya sampaikan, mungkin dia mau laporkan saya silakan. Karena saya sudah merekam pembicaraan itu,” tuturnya.
“Mas Kiai berangkat ini atas aspirasi rakyat, atas ketidakadilan, bukan karena bersyahwat untuk menguasai Sumenep. Beda dengan sebelah,” lanjutnya.
Loyalis Mas Kiai itu mengatakan, pencalonan Kiai Fikri sejak awal memang dipersulit. Ia mengaku sejak awal menemani Mas Kiai menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut agar tetap bisa maju pada kontestasi Pilkada Sumenep 2024.
“Saya sampaikan bahwa memang dari awal, mulai dari pengurusan rekomendasi, kesulitan-kesulitan itu saya temeni bersama Mas Sulaisi berdua bolak-balik ke Jakarta. Itulah kekuatan Setan Gundul yang sampai hari ini mengakar di Kabupaten Sumenep.
Lantas, siapa kira-kira sosok jenderal bintang 2 yang dimaksud Fauzi As menjadi antek Said Abdullah?
Ditemui terpisah, Fauzi As masih enggan mengungkap identitas jenderal bintang dua yang dimaksud. Fauzi As hanya mengatakan bahwa dia merupakan jenderal aktif TNI dari Angkatan Darat.
“Dia jenderal aktif TNI dari Matra Angkatan Darat,” tuturnya.
(Ah/rilpolitik)









![Achsanul Qosasi. [Doc. rilpolitik.com]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000062783-350x220.jpg)






