JAKARTA, Rilpolitik.com – Puluhan ribu rakyat mulai dari mahasiswa, buruh, akademisi, hingga selebriti menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (22/8/2024). Mereka mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pilkada yang berusaha diotak-atik oleh DPR RI demi mengakomodir anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep agar bisa maju Pilgub 2024.
Tak hanya di Jakarta, aksi besar-besaran juga terjadi di sejumlah tempat di Indonesia seperti Jogja dan Semarang, Jawa Tengah.
Namun, saat rakyat serentak mengawal putusan MK demi menyelamatkan demokrasi, para elite PBNU, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia, pada hari yang sama justru sibuk menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas terkait konsesi tambang di Istana Negara.
“Kita mau bicara soal konsesi tambang,” kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
Selain bahas konsesi tambang, Yahya juga mengatakan pihaknya mengajukan pertemuan dengan Presiden Jokowi untuk membahas rencana PBNU berinvestasi di IKN.
Meskipun nilai investasi tersebut tidak terbilang besar, Gus Yahya mengatakan PBNU akan membangun fasilitas dan pendidikan keagamaan di IKN
“Rencana kami untuk berinvestasilah walaupun kecil di IKN nanti. Karena kami butuh untuk membangun kantor di sana, membangun fasilitas pendidikan dan keagamaan di sana,” kata Gus Yahya.








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







