NasionalPolitik

Puan Enggan Komentari Usulan Pilkada oleh DPRD: Kita Sedang Berduka atas Musibah di Sumatera

×

Puan Enggan Komentari Usulan Pilkada oleh DPRD: Kita Sedang Berduka atas Musibah di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Puan Maharani.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua DPR RI Puan Maharani enggan mengomentari usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia agar kepala daerah dipilih DPRD. Bagi Puan, saat ini sebaiknya fokus pada penanganan bencana banir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara (Sumur), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

“Sekarang kita sedang berduka, karena musibah sedang melanda saudara-saudara kita di Aceh, di Sumut, di Sumbar. Jadi lebih baik kita sama-sama berdoa dulu,” kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Ketua PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa persoalan politik masih jauh untuk dibicarakan.

“Urusan politik masih jauh. Jadi kita bicarakan setelah kondisi dan situasi Indonesia kembali normal. Semuanya aman dan saudara kita pulih dan Indonesia normal lagi,” tuturnya.

Diketahui, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat puncak Hari Ulang Tahun ke-61 Golkar, Jumat (5/12/2025), mengusulkan agar kepala daerah dipilih DPRD. Menurutnya, sistem pilkada tak langsung lebih baik dari mekanisme yang berjalan saat ini.

“Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR Kabupaten atau Kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” kata Bahlil.

Usulan ini langsung mendapat sambutan positif dari Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara HUT ke-61 Golkar. Ia menilai usulan Bahlil merupakan solusi agar politik tidak ditentukan oleh orang berduit.

Prabowo pun menyampaikan akan menggalang kekuataan politik untuk memperbaiki sistem pemilihan kepala daerah ke depan.

“Jadi saya sendiri condong, saya akan mengajak kekuatan politik, ayo marilah kita berani, berani memberi solusi kepada rakyat kita, demokratis tapi jangan buang-buang uang,” kata Prabowo.

“Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya kenapa nggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” imbuh Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *