JAKARTA, Rilpolitik.com – Perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah berdampak terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
Penutupan tersebut turut mempengaruhi pasokan minyak ke Indonesia. Sebab, 20 persen impor minyak RI melalui Selat Hormuz.
Presiden RI Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencari sumber pasokan minyak tambahan dari berbagai negara untuk menjaga ketahanan energi nasional selama eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Terkait hal itu, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luluk Nur Hamidah mengusulkan pemerintah agar mengimpor minyak dari Iran.
Menurut mantan Calon Gubernur Jawa Timur itu, Indonesia bisa mendapatkan harga minyak yang lebih murah jika membelinya dari Iran.
“Pak Menteri ESDM @bahlillahadalia lagi cari-cari minyak kah? Sebagai negara berdaulat, kenapa ngga sebagian beli aja dari Iran? Dikasih harga lebih murah, pembiayaan bisa fleksibel,” kata Luluk lewat unggahannya di X, dikutip Sabtu (28/3/2026).
Terlebih, dia menilai Indonesia sejauh ini memiliki hubungan yang baik dengan Iran. Dengan membeli minyak dari Iran, kata dia, kapal tanker Indonesia bisa melintas secara aman di Selat Hormuz.
“Iran juga nggak pernah memusuhi kita. Aman pula melintas di Hormuz,” ujarnya.
Luluk meyakini membeli minyak dari Iran justru akan menguntungkan Indonesia. Akan tetapi, RI justru tidak mau. “Why nggak mau?” tutup dia.
(War/rilpolitik)
















