DaerahSerba-serbi

OSIM Miftahul Ihsan-Al Maarif Plus Gelar Rapat Kerja Berkonsep Liburan di Pantai Matahari

×

OSIM Miftahul Ihsan-Al Maarif Plus Gelar Rapat Kerja Berkonsep Liburan di Pantai Matahari

Sebarkan artikel ini
Rapat kerja OSIM Miftahul Ihsan-Al Ma'arif Plus di Pantai Matahari Sumenep. [Foto: istimewa]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Miftahul Ihsan-Al Ma’arif Plus masa bakti 2025-2026 menggelar Rapat Program Kerja (Proker) dengan suasana berbeda.

Mengusung konsep “Liburan Sekaligus Rapat Kerja”, kegiatan ini berlangsung khidmat namun santai di Pantai Matahari, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (25/12/2025).

Rapat ini bertujuan untuk mengurai satu per satu rencana kegiatan, target waktu pelaksanaan, hingga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari masing-masing seksi bidang (sekbid).

Dalam pelaksanaannya, setiap sekbid mendapatkan mentoring langsung dari pembina OSIM dan para alumni senior untuk mendorong terjadinya ruang diskusi serta pertukaran pikiran yang konstruktif.

Pembina OSIM Miftahul Ihsan Al Ma’arif Plus, Asriyana Febriansyah, S.Kom, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pengurus. Ia berharap program yang telah disusun dapat terealisasi dengan maksimal.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus harian dan perwakilan dari seksi bidang masing-masing. Semoga hasil rapat program kerja ini bisa dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Asriyana di sela-sela kegiatan.

Hasil dari rapat kerja ini selanjutnya akan diserahkan kepada Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan untuk dikoreksi dan mendapatkan persetujuan resmi sebagai bagian dari prosedur hierarki organisasi.

Menariknya, agenda tidak hanya diisi dengan diskusi formal. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kepesantrenan dan kepedulian terhadap lingkungan, para peserta mengakhiri kegiatan dengan makan bersama dan aksi bersih-bersih sampah di area Pantai Matahari.

Isma, salah satu senior alumni Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Miftahul Ihsan Al M’arif Plus, menegaskan bahwa aksi kebersihan tersebut adalah cerminan identitas mereka sebagai santri.

“Sebagai organisasi yang berangkat dari tradisi pesantren, kita harus mencerminkan secara aplikatif budaya kebersihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *