DaerahNasionalPolitik

Loyalis Mas Kiai Ingatkan Said Abdullah Jangan Jadi Perusak Demokrasi

×

Loyalis Mas Kiai Ingatkan Said Abdullah Jangan Jadi Perusak Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Politikus PDI Perjuangan Said Abdullah.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Loyalis Mas Kiai (sapaan akrab Cabup Sumenep nomor urut 1 KH Ali Fikri), Fauzi As menyoroti aksi politikus senior PDI Perjuangan Said Abdullah yang kerap bagi-bagi amplop di masa kampanye Pilkada Sumenep 2024. Ia meminta Said untuk tidak merusak demokrasi di Madura.

Fauzi As mengatakan, Said sebagai tokoh nasional seharusnya menjaga demokrasi tanah kelahirannya agar tetap sehat dan tidak mencemarinya dengan politik uang.

Relawan Prabowo-Gibran Sumenep pada Pilpres 2024 itu mengingatkan Said agar jangan sampai dicatat oleh sejarah sebagai perusak demokrasi.

“Said sebagai tokoh nasional harus menjaga demokrasi di Madura. Jangan sampai Said dicatat oleh sejarah sebagai tokoh yang merusak demokrasi yang secara halus menggiring masyarakat ke tepi jurang kematian,” kata Fauzi As kepada rilpolitik.com pada Sabtu (16/11/2024).

“Kerena Demokrasi mati tidak hanya dengan kudeta militer, tetapi di beberapa negara demokrasi mati akibat elite politik yang bersekongkol dengan kelompok mafia berbaju sosialis,” sambunganya.

Diketahui, Said Abdullah belakangan ini aktif turun menemui masyarakat menjelang pencoblosan Pilkada Sumenep 27 November mendatang. Ironisnya, hampir setiap pertemuan selalu diwarnai dengan aksi bagi-bagi uang.

Bahkan, uang itu dibagikan Said secara terang-terangan. Ketua DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) itu membagikannya dengan mengenakan kaos bertuliskan “2 dua”. Angka 2 diketahui merupakan nomor urut Paslon petahana Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim (FAHAM) di Pilkada Sumenep 2024. Achmad Fauzi sendiri merupakan keponakan dari Said.

Sebab itu, bagi-bagi uang seperti yang dilakukan Said di masa kampanye tidak bisa serta-merta ditafsirkan sebagai bentuk kedermawanan. Tetapi layak diduga sebagai money politics yang dilarang oleh Undang-Undang (UU).

Pertanyannya, beranikah penegak hukum menindak tegas Said Abdullah dengan segala kekuasaannya?

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *