DaerahEkonomi

Kondisi Pasar Bluto Becek dan Berlumpur, Tanggung Jawab Pemerintah Dipertanyakan

×

Kondisi Pasar Bluto Becek dan Berlumpur, Tanggung Jawab Pemerintah Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Pasar Tradisional Bluto becek dan berlumpur. [Foto: Ah/rilpolitik.com]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Kondisi pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, cukup memprihatinkan. Meski disebut-sebut sebagai penggerak ekonomi lokal, pasar tradisional di Sumenep justru seperti kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Kondisi memprihatinakan salah satunya terjadi di Pasar Bluto yang berlokasi di Jalan Raya Kapedi-Bluto, Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Pantauan rilpolitikcom pada Selasa (21/10/2025), pasar yang populer di masyarakat dengan sebutan ‘Pasar Salasaan’ itu tampak becek dan berlumpur usai diguyur hujan.

Air tergenang di sejumlah titik, utamanya di kawasan lapak penjual ikan. Terlebih, banyak sampah berserakan yang bercampur menjadi satu dengan lumpur.

Belum lagi, beberapa kendaraan bermotor yang tetap maksa untuk masuk melawati area yang berlumpur, sehingga memperparah kondisi pasar.

Seorang pengunjung bernama Sudahri mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengaku kesusahan akibat kondisi pasar yang becek dan berlumpur.

“Kalau kayak gini kan pergerakan kita jadi susah. Ini juga kendaraan seharusnya dilarang masuk supaya tidak makin parah,” keluh dia.

Ia pun mempertanyakan tanggung jawab pemerintah terhadap pemeliharaan pasar tradisional. Menurutnya, kondisi Pasar Bluto sudah tidak layak dan perlu segera direvitalisasi.

“Ini harus segera diperbaiki. Jangan karena tidak ada protes, lalu dibiarkan begitu saja. Ini sudah tidak layak. Lalu di mana tanggung jawab pemerintah?” ujarnya.

Kondisi Pasar Bluto di Kabupaten Sumenep becek dan berlumpur. [Foto: Ah/rilpolitikcom]
Seorang pedagang juga turut mengeluhkan kondisi tersebut. Dia mengatakan kondisi pasar yang becek dan berlumpur berpengaruh terhadap omset.

“Iya berpengaruh kalau kondisinya begini. Orang kan jadi males yang mau dateng,” ucapnya.

“Cuma kita kan orang kecil nggak tau mau ngomong ke siapa. Akhirnya ya mungkin emang segini rejeki dari Gusti Allah,” imbuhnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *