EkonomiNasional

Kecewa Terima Konsesi Tambang, Warga NU Sebut PBNU Tinggalkan Ajaran Gus Dur

5328
×

Kecewa Terima Konsesi Tambang, Warga NU Sebut PBNU Tinggalkan Ajaran Gus Dur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima konsesi tambang dari pemerintah menuai kekecewaan dari warga NU. Kekecewaan salah satunya dari dari pegiat NU Kalimantan Timur bernama Asman Aziz.

Asman merasa sedih dengan sikap PBNU yang terkesan bergantung terhadap rezim berkuasa.

“Saya sebagai orang NU agak emosional kalau melihat ini. Agak sedih juga kalau PBNU harus tergantung sepenuhnya terhadap rezim,” kata Asman dalam acara Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Internasional secara daring, Sabtu (8/6/2024) malam.

Asman menyebut PBNU saat ini seperti telah meninggalkan ajaran Gus Dur yang menjauhkan diri dan NU dari kekuasaan. Padahal, katanya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di awal kepemimpinannya selalu menggaungkan slogan untuk menghidupkan Gus Dur.

“Sekarang saya melihat PBNU ini agak gamang dan agak sulit melakukan transformasi sosial di luar kekuasaan,” imbuhnya.

Asman pun membeberkan mudarat dari aktivitas tambang. Salah satunya potensi konflik horizontal. “Potensi dan sumber konflik horizontal,” ujarnya.

Aktivitas pertambangan, menurutnya, juga mampu menyebabkan degradasi sumber daya air. Mulai dari sedimenfasi sungai dan banjir, sumur warga mengering, air bersih hilang, dan tak terkecuali menambah emisi gas rumah kaca.

Lebih lanjut, Asman juga menyebut PBNU seolah tidak mematuhi hasil Bahtsul Masail dan Keputusan NU tentang Sumber Daya Alam yang menurutnya selama ini telah melahirkan poin-poin yang progresif.

Ia mencontohkan, rekomendasi Muktamar ke-34 NU di Lampung kala itu meminta agar pemerintah perlu menghentikan pembangunan PLTU batubara baru mulai tahun 2022 dan pengurangan produksi batubara mulai tahun 2022, serta early retirement/phase out PLTU batubara pada tahun 2040 untuk mempercepat transisi energi yang berkeadilan, demokratis, dan terjangkau.

Asman menyebut masih banyak lagi hasil rekomendasi NU yang meminta agar pemerintah tidak menambah kerusakan pada alam. Di sisi lain, ia menilai keputusan NU yang menerima konsesi tambang itu justru berpotensi merusak lingkungan.

“Jadi kalau PBNU ikut menambang, ya, artinya mengkhianati hasil Muktamar ke-34 itu,” ujar Asman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *