SUMENEP, Rilpolitik.com – Warganet menyoroti kondisi jalan kabupaten di Sumenep yang mengalami kerusakan parah, namun kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Salah satunya kerusakan jalan Kabupaten yang terjadi di Dusun Aeng Pa’ak dan Dusun Sareng, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto.
Jalan di wilayah tersebut memang diketahui sudah bertahun-tahun rusak, namun tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Sumenep.
Seperti yang terjadi di Dusun Sareng, kontur jalan yang menurun dan berlubang telah mempersulit, bahkan membahayakan para pengendara yang melintas. Terlebih, saat musim hujan.
Kondisi jalan yang rusak ini kemudian diunggah di akun media sosial rilpolitik.com dan mendapat tanggapan luas dari warganet. Mereka yang selama ini terbiasa melintas di jalan tersebut mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Warganet kemudian mempertanyakan peran anggota DPRD Sumenep dari dapil 2 yang terdiri dari tujuh orang.
Sebagai informasi, dapil 2 Sumenep meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Saronggi, dan Giligenting. Dapil ini memiliki 7 orang perwakilan di DPRD Sumenep, yakni Afrian Mukhlas GZ (Demokrat), Samsiyadi (Nasdem), Faisal Muhlis (PAN), Sulahuddin (PDIP), Holik (Gerindra), Eka Bhagas Nur Ardiansyah, dan Akhmadi Yasid (PKB).
Warganet menilai legislator seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat. Persoalan jalan rusak sebagai akses ekonomi rakyat seharusnya bisa diperjuangkan.
“Harusnya keterwakilan mereka kita di parlemen menjadi kepanjangan tangan rakyat di daerah dapil pemilihan masing-masing. Ada beberapa anggota DPRnya di daerah pemilihan lokasi jalan tersebut. Apa fungsi mereka menjadi anggota dewan jika jalan saja sebagai akses ekonomi rakyat parah seperti itu tidak dipikirkan dan diperjuangkan,” kata seorang pengguna Tiktok dalam komentarnya di akun rilpolitik.com, dikutip Senin (22/12/2025).
“Ke mana wakil-wakil dapil 2 DPRD Sumenep. Ayo sidak, bapak-bapak,” tulis akun lainnya.
Warganet lainnya menilai setidaknya para wakil rakyat di Sumenep bisa mendesak pemerintah berwenang untuk memperbaiki jalan rusak di dapilnya.
“Dapil 2 bertaburan di dewan, tapi nyatanya mereka sama sekali tidak mewakili rakyat,” ujarnya.
“Kalau memang bukan ranahnya, masa iya gak bisa mendesak pihak yang berwenang memperabaiki jalan tersebut. Apa gunanya dewan ini yang katanya perwakilan rakyat kalau tidak bisa mewakili rakyat,” lanjutnya.
Sementara itu, ada juga akun lain yang menyinggung posisi Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim sebagai bagian dari warga Kecamatan Bluto, tapi terkesan melupakan kondisi daerah sendiri. “Itu masuk kecamatan Bluto kan, wilayahnya Pak Wakil (bupati), kok dilupakan gitu?” tulisnya.
(War/rilpolitik)
















