NasionalPolitik

Haris Azhar Ungkap Andrie Yunus Dikuntit BAIS Sejak Lama Sebelum Disiram Air Keras

×

Haris Azhar Ungkap Andrie Yunus Dikuntit BAIS Sejak Lama Sebelum Disiram Air Keras

Sebarkan artikel ini
Pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar. [Foto: rilpolitikcom]
Pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar. [Foto: rilpolitikcom]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Aktivis KontraS, Andrie Yunus disebut telah mengalami penguntitan sejak lama sebelum akhirnya disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK).

Hal itu diungkap oleh pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar dalam Diskusi Publik bertajuk, “Menggugat Pembungkaman dan Impunitas Penyerang Aktivis” yang digelar LP3ES di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

“Di kasus Andrie itu dan ternyata benar bahwa ini sudah dikuntit dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Ini bukan kasus senggolan spion motor di jalan, lalu mukul,” kata Haris.

Haris menyoroti penggunaan air keras untuk menyerang Andrie. Menurutnya, serangan ini merupakan operasi khusus.

“Mendapatkan air keras kan nggak gampang. Mau megang air keras juga pasti mikir. Gimana cara megangnya, apa wadahnya. Artinya kan ada orang yang memang belajar. Kalau orang itu ditugaskan nguntit, nguntit itu artinya mencari informasi terlebih dahulu tentang kegiatan-kegiatan Andrie, maka ada orang lain yang menyiapkan air keras, yang kemudian memberikan, lalu mem-briefing. Sampai nyiram aja butuh aktor lain atau tim lain untuk ngasih kode dan lain-lain. Artinya ini sesuatu yang operation banget, operasi banget terhadap Andrie Yunus. Jadi kasus ini operasi khusus,” tuturnya.

Haris kemudian mengungkap pihak yang melakukan penguntitan terhadap Andrie Yunus. Bahkan, menurutnya, penguntitan bukan hanya terhadap Andrie.

Dia mengatakan penguntitan dikakukan oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS). Dia mengungkap bahwa di BAIS ada bidang tertentu yang secara khusus melakukan penguntitan. Mereka beroperasi sejak beberapa bulan belakangan ini.

“Ada operasi terhadap sejumlah orang tidak hanya Andrie Yunus yang dilakuakn oleh institusi BAIS. Enggak seluruh institusi BAIS, tapi memang ada kedeputian atau bidang tertentu yang memang melakukan operasi ini sejak beberapa bulan belakangan ini. Punya tempat di satu lokasi, ada pembagian peran, dan otomatis ada biaya dan ada struktur di atasnya. Ada pangkat di atasnya, ada jabatan di atasnya dan ada nama-nama tertentu yang pasti orang-orang ini melapor lagi ke atasnya.,” ujarnya.

Baca juga:  Islah Bahrawi Klaim Rumahnya Dikepung OTK, Diyakini Oknum Tentara

Haris mengaku heran TNI sebagai alat perang justru digunakan untuk memerangi warga sipil. Dia tak habis penyerangan yang dilakukan terhadap Andrie.

“BAIS ini ada di bawahnya TNI. Dia satu unit terbesar intelijen di dalam institusi TNI. TNI ini kan alat perang. Anehnya, ngapain alat perang dipakai untuk perang ke warga sipil? Apakah si Andrie ini sebegitu membahayakannya? Sampai pakai operasi intelijen tentara untuk nundukinnya?” imbuhnya.

Diketahui, pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus merupakan anggota TNI yang aktif di BAIS. Ada empat orang yang telah ditahan oleh Puspom TNI. Keempat prajurit tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *