MADURA, Rilpolitik.com – Aktivis senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Madura, Sulaisi Abdurrazaq menyoroti ketidakadilan ekonomi yang dialami Madura selama ini. Ia menilai kebijakan pemerintah selama ini tidak menunjukkan keberpihakan, sehingga Madura terus-menerus diasosiasikan sebagai daerah tertinggal.
Hal itu disampaikan Sulaisi dalam Diskusi Publik, dengan tema: ‘Paradox Madura: Menggugat Prabowo, Menanti Keadilan’ yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Taretan Legal Justitia di Pamekasan, Senin (6/2/2026) malam.
Sulaisi menyebut Madura sebagai pulau yang kaya raya, tapi rakyatnya tetap hidup miskin. Ia mengungkap buruknya infrastruktur di Madura meskipun pulau tersebut masih bagian dari Jawa.
“Wahai presiden Prabowo Subianto, Madura adalah pulau yang kaya, melimpah dari sisi tembakau, melimpah dari sisi garam, melimpah dari sisi pertanian, melimpah dari sisi maritim, tapi rakyatnya miskin,” kata Sulaisi.
“Di pulau yang masih terasosiasi dengan Jawa ini masih ada pulau yang tidak ada listrik, masih banyak ibu-ibu hamil yang mati di tengah jalan karena mereka mau dibawa ke fasilitas kesehatan,” sambungnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) itu meminta Prabowo untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat Madura. Ia mengatakan, masyarakat Madura menginginkan tata kelola ekonomi yang berkeadilan. Hal itu sebagai cara agar Madura tidak lagi menjadi daerah termiskin di Jawa Timur.
“Kami sebagai anak muda hanya berharap, dengarkan anak-anak Madura ini yang duduk bersama dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, agar kekayaan Madura yang di-suply kepada negara, kembalikan kepada rakyat Madura. Petani tembakau yang bekerja keras banting tulang, kembalikan uang yang dihasilkan dari cukai hasil tembakau itu kepada petani tembakau di Madura. Dari mereka petani garam, dari mereka petani lain dari kekayaan maritim. Bantulah Madura agar tidak lagi menjadi daerah termiskin di Jawa Timur,” tegasnya.
Prabowo, kata Sulaisi, harus memperhatikan dan membantu Madura agar terlepas dari stigma buruk sebagai daerah termiskin dan SDM rendah.
“Itu pesan kami wahai Prabowo Subianto, yang menggelegar berbicara di dunia internasional tapi engkau harus perhatikan rakyat Madura yang terus-menerus diasosiasikan sebagai warga tertinggal, yang terus menerus disebut sebagai daerah miskin, yang terus-menerus disebut sebagai SDM rendah,” ujarnya.
Ia menegaskan Madura memiliki sumber daya yang mumpuni dan berlimpah. “Hanya kepentingan struktural dan politik tidak berpihak kepada Madura dan rakyat Madura,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menggugat Prabowo untuk membantu Madura agar tak lagi menjadi daerah tertinggal. Kekayaan Madura, kata dia, harus kembali dan dinikmati oleh rakyat setempat.
“Gugatan kita adalah bantulah rakyat di Madura ini agar dari rakyat yang sudah disumbangkan kepada negara baik itu pajak atau kekayaan lainnya kembalikan kepada Madura, kepada rakyat Madura, agar rakyat Madura tidak lagi tertinggal,” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)









![Jembatan Suramadu yang menghubungkan Madura dengan Jawa. [Foto: dok. rilpolitik.com]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260211-WA0008-350x220.jpg)






