EkonomiNasional

Ultimatum Kepala Bapanas Jika Ada yang Mainkan Harga Pangan Jelang Ramadan

×

Ultimatum Kepala Bapanas Jika Ada yang Mainkan Harga Pangan Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Mentan Amran Sulaiman (peci hitam).

JAKARTA, Ripolitik.com – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan pokok strategis. Swasembada tercermin dengan surplus produksi dalam negeri terhadap kebutuhan konsumsi nasional.

Kesembilan komoditas adalah beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Amran mengingatkan pihak-pihak untuk tidak bermain di pasaran menjelang bulan suci Ramadan. Dia juga mengatakan pemerintah masih akan menggenjot produksi untuk komoditas yang belum swasembada, yakni kedelai, bawang putih, dan sapi.

“Jadi tidak boleh ada main-main. Beras, stok kita banyak di gudang, tertinggi sepanjang sejarah. Daging, stok kita banyak. Jagung pakan tidak impor. Kemudian, bawang merah, cabai, telur, ayam. (Itu) kita sudah swasembada. Tinggal yang kita kejar berikutnya lagi yaitu kedelai, bawang putih. Ini yang kita kejar ke depan termasuk sapi, peternakan sapi,” tegas Amran dalam keterangannya, dikutip Minggu (15/2/2026).

Dengan posisi stok yang kuat, Amran menekankan bahwa kondisi surplus harus tercermin pada stabilitas harga di tingkat konsumen. Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan sepihak.

“Jadi sekarang, alhamdulillah menghadapi bulan suci Ramadan, angka-angka ini surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak. Tolong yang impor, tolong jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. Itu adalah terakhir anda menjadi importir,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Ini karena kalau kami baik-baik mengimbau, tidak ada pergerakan. Tahun ini, tidak ada kompromi lagi. Izinnya kami cabut. Seluruh kewenangan kami, Kami cabut. Pidananya kami serahkan ke Satgas Pangan Polri,” pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan telah melaksanakan 9.138 kegiatan pemantauan yang menjangkau pasar tradisional, ritel modern, distributor hingga produsen.

Dari kegiatan tersebut, dilakukan 1.026 pemeriksaan lanjutan dan 33 sampel diuji laboratorium guna memastikan kesesuaian mutu dan takaran. Adapun dalam sepekan terakhir, Satgas Saber Pelanggaran Pangan juga telah menerbitkan 128 surat teguran kepada pelaku usaha yang tidak sesuai ketentuan.

Langkah ini merupakan bagian dari pengendalian agar harga tetap berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *