JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mempertanyakan sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belakangan ini cenderung ingin berkongsi dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang selama 9 tahun lebih mereka kritik.
Hal itu disampaikan Said Didu lewat unggahannya di X @msaid_didu dikutip rilpolitik.com pada Minggu (18/8/2024). Cuitan itu dibuat Said Didu menanggapi unggahan foto politisi PKS Mardani Ali Sera bersama Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di X @MardaniAliSera.
Dalam keterangan fotonya itu, Mardani mengapresiasi pidato Puan di sidang tahunan MPR RI pada Jumat (16/8/2024). Dia menyebut pidato Puan luar biasa. Bahkan, Mardani mengaku dirinya memberikan standing ovation lebih dari 10 kali atas pidato Puan.
“Pagi ini pidato pengantar Mba Puan di Sidang Tahunan MPR luar biasa. Tajam, menggelitik tapi juga jenaka. Lbh daei 10 kali saya standing ovation. Bravo Mba Puan,” tulis Mardani dalam unggahannya.
Said Didu lalu menimpali cuitan Mardani itu dengan mempertanyakan sikap politik PKS belakangan ini. Dia membandingkan PKS dengan PDIP.
Menurut dia, PDIP justru sadar setelah 9 tahun mendukung bahwa ada yang salah dari Jokowi dalam mengelola negara dan memilih untuk berpisah. Sementara PKS justru sebaliknya.
“Pak @MardaniAliSera yth, @PDI_Perjuangan lebih 9 tahun dukung kadernya @jokowi tapi sadar bahwa Jokowi salah mengelola Negara maka mereka BERPISAH,” kata Said Didu. Redaksi sudah memperbaiki penulisan ejaan.
“@PKSejahtera lebih 9 tahun kritisi Jokowi-termasuk dinastinya-tapi di sisa 60 hari kerja Jokowi, kok memilih BERSATU dengan dinasti Jokowi,” lanjutnya.
Said Didu tidak habis pikir dengan sikap PKS. “Ada apa?” pungkasnya.
Diketahui, PKS memberi sinyal akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang merupakan partai politik (parpol) pendukung Presiden Jokowi sekaligus pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Bahkan, dukungan PKS terhadap keluarga Jokowi sudah ditunjukkan di Pilkada Sumatera Utara dengan mengusung menantu Jokowi, Bobby Nasution sebagai Calon Gubernur (Cagub) Sumut 2024. Padahal, PKS menjadi salah satu partai yang paling keras mengkritik dinasti Jokowi.
Selain itu, PKS juga disebut-sebut akan bergabung dengan KIM dan meninggalkam Anies Baswedan di Pilkada Jakarta. KIM akan mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024.
(War/rilpolitik)

















Mau bukti , dalam politik tidak ada yg pasti , pks pihak yg selalu bersebrangan terus dgn ( jokowie group ) bisa merapat dan bergabung , bayangin aja, jadi tidak ada idealis, kesetiaan, yg ada pks punya kepentingan bisa diperoleh , tentu utk petinggi2 nya , kalau yg dibawah gak tahu juga