DaerahPolitik

GMNI Tolak Sumenep Ganti Nama: Meludahi Perjuangan Para Raja dan Pahlawan

×

GMNI Tolak Sumenep Ganti Nama: Meludahi Perjuangan Para Raja dan Pahlawan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris DPC GMNI Sumenep Ahmad Fauzan.
Sekretaris DPC GMNI Sumenep Ahmad Fauzan.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep menolak keras wacana perubahan nama Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep. Pasalnya, rencana perubahan nama tersebut dinilai tidak memiliki landasan filosofis.

Sekretaris DPC GMNI Sumenep, Ahmad Fauzan mengatakan Sumenep tidak akan berubah menjadi lebih maju hanya dengan berganti nama.

Fauzan berpandangan bahwa perubahan nomenklatur Kabupten Sumenep menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep justru mencederai perjuangan para leluhur. Sebab, kata dia, nama Sumenep tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi ada sejarah panjang yang melatarinya.

“Justru (perubahan nama) itu meludahi atau menodai perjuangan para raja-raja juga pahlawan sumenep. Sebab di balik nama Sumenep itu ada sejarah panjang di belakangnya,” kata Fauzan kepada rilpolitik.com, Sabtu (8/8/2026).

Karena itu, dia mengingatkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk tidak asal mewacanakan perubahan nama Sumenep. Dia menegaskan Bupati harus paham terkait sejarah penamaan Sumenep.

“Itu bupati harus memahami, jangan serampangan buat rencana, rencananya tidak ada landasan filosofisnya lagi,” tegas Fauzan.

Fauzan lalu mengirimkan poster penolakan GMNI atas wacana perubahan nama Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Kepulauan yang diunggah di akun Instagram GMNI Sumenep hari ini.

Menurut pria asal Kepulauan Kangean itu, Pemkab Sumenep sebaiknya lebih fokus pada persoalan-persoalan substansial daripada sekadar mengubah nama daerah.

“Jika memang rencana memperjuangkan daerah kepulauan, harusnya yang diperjuangkan adalah hal yang lebih substansial. Seperti jalan yang rusak diperbaiki, infrastruktur kepulauan dibenahi, transportasi antar pulau diperkuat, pelayanan publik dipermudah serta ketimpangan daratan dan kepulauan harus diselesaikan,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *