JAKARTA, Rilpolitik.com – SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi menginisiasi kegiatan ekstrakurikuler baru berupa ekskul berkuda, yang mencakup dua cabang utama, yakni panahan berkuda atau horseback archery dan defile berkuda. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan penyambutan kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi.
Inisiasi tersebut menjadi langkah bersejarah karena merupakan ekskul berkuda pertama dalam sejarah berdirinya SMA Taruna Nusantara. Ekskul ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal lahirnya ekskul berkuda di kampus-kampus Taruna Nusantara lainnya yang kini tersebar di enam lokasi.
Koordinator Tim sekaligus Ketua Ekskul Berkuda SMA TN Cimahi, siswa TN36 Junio Salahuddin Siradj, yang akrab disapa Junio, mengatakan bahwa ekskul berkuda lahir dari semangat menghadirkan ruang pembinaan karakter yang khas, kuat, dan selaras dengan nilai-nilai pendidikan Taruna Nusantara.
“Berkuda bukan sekadar olahraga. Ini adalah olahraga kesatria. Di dalamnya ada keberanian, disiplin, ketenangan, fokus, kepemimpinan, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai itu sangat penting bagi kami sebagai calon kesatria pemimpin bangsa,” ujar Junio dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Mayjen TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P., menyambut baik lahirnya ekskul berkuda tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat besar SMA Taruna Nusantara dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, berdisiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Ekskul berkuda ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Di dalamnya ada disiplin, keberanian, tanggung jawab, pengendalian diri, dan kerja sama. Nilai-nilai inilah yang sangat penting bagi siswa Taruna Nusantara sebagai calon pemimpin bangsa,” ujar Mayjen TNI Ardiansyah.
Ia menambahkan, SMA TN Cimahi akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu memperkuat karakter siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Apalagi, berkuda memiliki sejarah panjang sebagai olahraga kesatria yang lekat dengan nilai kehormatan, ketangkasan, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
Program ekskul baru berkuda ini terselenggara berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan penuh diberikan oleh Kepala SMA TN Cimahi bersama jajaran pimpinan sekolah, mulai dari Wakil Kepala Sekolah, Kabagbimsuh, Kabagum, hingga para pamong. Dukungan juga datang dari Komite Sekolah SMA TN Cimahi yang diketuai oleh Kombes Pol Kusworo, serta Pussenkav-Kavaleri Berkuda, yang dikomandani oleh Mayjen TNI Eko Susetyo, dan para jajaran.
Lebih jauh, lahirnya ekskul berkuda ini juga tidak dapat dilepaskan dari visi jangka panjang Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan Taruna Nusantara. Dengan perhatian besar terhadap pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda, Presiden Prabowo disebut telah menghibahkan dari kocek pribadinya sekitar 300 ekor kuda jenis Warmblood/WB dari Eropa, yang sebagian dititipkan di Pusat Kavaleri Berkuda, Parongpong.
Visi Presiden Prabowo tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan tradisi berkuda di lingkungan Taruna Nusantara. Berkuda tidak semata dipandang sebagai olahraga, tetapi sebagai instrumen pendidikan karakter, pembentukan mental kesatria, dan latihan kepemimpinan bagi siswa-siswa yang kelak diharapkan menjadi pemimpin bangsa.
Inisiator Ekskul Berkuda SMA TN Cimahi, yang juga sebagai anggota Komite Sekolah, Ir. Donny M. Siradj, MBA, MPP, mengatakan bahwa gagasan ekskul berkuda ini berangkat dari kebutuhan menghadirkan model pembinaan karakter yang tidak hanya berbasis ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung.
“Taruna Nusantara adalah tempat menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu, pembinaan karakter harus dibuat hidup, kuat, dan berkesan. Berkuda adalah olahraga kesatria yang sangat relevan untuk membentuk mentalitas kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, dan disiplin,” ujar Donny.
Menurut Donny, perhatian Presiden Prabowo terhadap pengembangan Taruna Nusantara menunjukkan adanya visi besar untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan secara serius dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, ekskul berkuda di SMA TN Cimahi menjadi bagian dari ikhtiar kecil yang sejalan dengan gagasan besar tersebut.
Ia berharap, inisiatif yang dimulai dari SMA TN Cimahi ini dapat menjadi model pembinaan yang kelak direplikasi di kampus-kampus Taruna Nusantara lainnya. Dengan demikian, ekskul berkuda tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi dapat tumbuh menjadi tradisi baru dalam pembentukan karakter siswa Taruna Nusantara.
“Harapan kami, apa yang dimulai di Cimahi ini bisa berkembang lebih luas. Ini bukan hanya soal kemampuan berkuda, tetapi soal membangun karakter kesatria: berani, disiplin, rendah hati, mampu memimpin, dan siap mengabdi,” katanya.
Latihan perdana ekskul berkuda SMA TN Cimahi dilaksanakan di Lapangan Kavaleri Horse Riding, Pussenkav, dengan melibatkan sekitar 20 sampai 25 siswa SMA TN Cimahi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Saladin selaku Koordinator Tim sekaligus Ketua Ekskul Berkuda SMA TN Cimahi.
Bentuk kegiatan yang dirancang meliputi latihan panahan berkuda dan defile berkuda, dengan dukungan pelatih, sarana, dan prasarana dari unsur Kavaleri Berkuda/Pussenkav. Latihan ini juga diarahkan untuk mencetak generasi pemimpin kesatria bangsa, menumbuhkan pendidikan karakter, mengasah kepemimpinan, keterampilan horsemanship, kedisiplinan, serta semangat bekerja sama dan berkolaborasi.
Dengan hadirnya ekskul berkuda ini, SMA TN Cimahi berharap dapat melahirkan tradisi baru dalam pembinaan siswa Taruna Nusantara. Tradisi yang tidak hanya menekankan kecakapan akademik, tetapi juga karakter kesatria, kepemimpinan, ketangguhan mental, dan kesiapan mengabdi bagi bangsa dan negara.
















