NasionalPolitik

Saiful Mujani: Naif Bilang MBG Bukan Program Politis

×

Saiful Mujani: Naif Bilang MBG Bukan Program Politis

Sebarkan artikel ini
Saiful Mujani.
Saiful Mujani.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menilai terlalu naif jika ada pihak yang menganggap bahwa program makan bergizi gratis (MBG) tidak bermuatan politik.

Hal itu disampaikan Saiful merespons pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang menyebut bahwa MBG bukan program politis karena sasarannya adalah anak yang belum memiliki hak pilih.

Saiful menjelaskan bahwa balita dan anak usia sekolah itu tidak berdiri sendiri. Mereka masing-masing memiliki orang tua.

“Kata Mentri Pertanian, MBG nggak punya agenda politik karena sasaran MBG umunya adalah balita sampai siswa SMA. Kebanyakan dari mereka belum punya hak pilih. Jadi dianggap tidak beragenda politik elektoral. Tapi apakah balita dan siswa usia sekolah nggak punya orang tua? Kan mereka bukan insan berdiri sendiri,” kata Saiful dalam unggahannya di X, dikutip Selasa (12/5/2026).

Saiful pun melakukan penghitungan potensi suara yang bisa dimanfaatkan pada Pemilu mendatang dari program MBG.

“Minimal rata-rata punya bapak dan ibu. Jumlah pasangan di Indonesia sekitar 70 juta. Berarti suami istri sekitar 140 juta. Ditambah rata-rata anak yang punya hak pilih dari satu pasangan, sebutlah 1 orang. Berarti masing-masing pasangan rata-rata punya 1 anak yang punya hak pilih. Jadi orang tua plus anak sekitar 210 juta. Itu udah hampir populasi pemilih Indonesia,” ujar dia.

Saiful menyebut program strategis Prabowo seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai jaringan memobilisasi massa.

“Dan yang lebih penting dari itu, MBG, Kopdes, dan Batalyon pembangunan merupakan jaringan untuk mobilisasi massa. Mereka terutama kroni, aktivis partai pendukung, polisi, dan TNI semuanya berada dalam jaringan patronase,” ungkapnya.

“Begitu cara memahaminya, pak. Naif kalau program yang tanpa UU dan tanpa tender itu tidak bermuatan politik,” tutup Saiful.

Baca juga:  Amran and Carter: Farmers Who Shaped Nations

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *