NasionalPolitik

Gilang Dirga Kritik Keras Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Wanita Dipindah: Seolah Lelaki Tak Berharga

×

Gilang Dirga Kritik Keras Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Wanita Dipindah: Seolah Lelaki Tak Berharga

Sebarkan artikel ini
Gilang Dirga.
Gilang Dirga.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi agar gerbong KRL wanita ditempatkan di bagian tengah dan gerbong laki-laki di ujung rangkaian kereta menuai kontroversi.

Usulan itu disampaikan Arifatul merespons insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak KRL bagian belakang yang merupakan gerbong wanita di Stasiun Bekasi Timur, sehingga korban semuanya adalah wanita.

Publik ramai-ramai mengkritik usulan tersebut karena dianggap tidak berorientasi pada solusi keselamatan manusia, melainkan gender.

Kritik salah satunya datang dari seorang presenter, Gilang Dirga. Ia sangat menyayangkan pernyataan Menteri Arifatul. Menurutnya, usulan tersebut terkesan tidak menghargai laki-laki dan tidak mencerminkan sikap seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Saya berduka dengan kejadian yang menimpa saudara kita di Bekasi Timur. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya,” kata Gilang lewat unggahannya di Instagram, dikutip rilpolitik.com, Rabu (29/4/2026).

“Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbang perempuan akan pindah ketengah sementara laki-laki diujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Seolah-olah di mata anda laki-laki tidak berharga,” imbuhnya.

Gilang menilai usulan Arifatul itu telah menyinggung beberapa pihak, salah satunya adalah kaum laki-laki dan perempuan.

Pernyataan Arifatul, kata Gilang, seolah-olah mengatakan bahwa tidak masalah laki-laki menjadi korban, asal perempuan aman.

Begitu juga dengan perempuan yang selama ini berjuang untuk terciptanya emansipasi wanita. “Seolah anda mengatakan perempuan lebih lemah maka harus dilindungi. Padahal, saya kenal dengan banyak perempuan hebat yang mampu untuk berjuang demi keluarganya,” ujarnya.

Baca juga:  Legislator Minta Negara Jamin Hak Korban dan Keluarga Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur

Gilang berpandangan bahwa solusi dari permasalahan ini ada di PT KAI. Ia meyakini KAI memiliki usul yang lebih solutif ketimbang usulan Menteri Arifatul. “Seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi,” katanya.

Gilang juga menyebut pernyataan Menteri Arifatul juga telah menyinggung keluarga korban yang tentunya tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi baik yang mengorbankan laki-laki maupun perempuan.

“Terakhir, Presiden @prabowo yang telah menjadikan anda menteri yang beliau yakini mampu menjadi seorang ‘ibu’ dengan cara menjadikan anda menteri yang dianggap layak mewakili departemen yang anda naungi,” ujarnya.

Menurut Gilang, pernyataan Menteri Arifatul itu menunjukkan buruknya komunikasi pejabat di Indonesia.

“Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? Apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan ‘hati’?” tutup Gilang.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *